Skip to main content

Posts

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Presiden Indonesia yang pernah jadi cover majalah TIME

Presiden Indonesia yang jadi cover TIME. ©TIME Merdeka.com -  Presiden terpilih  Joko Widodo  menjadi cover majalah TIME edisi Oktober 2014. Dalam covernya, majalah terbitan Amerika tersebut menuliskan headline 'A New Hope' dengan menggunakan huruf kapital. Dalam laporannya, TIME menuliskan, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dengan ratusan etnis dan budaya telah memilih Jokowi sebagai presiden ketujuh. Time juga menuliskan kisah mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut saat menumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Dalam penerbangan Jakarta menuju Solo, seorang gadis kecil berusia 5 tahun mengenali Jokowi di antara penumpang di kelas ekonomi. "Itu Pak Jokowi! Dia satu  pesawat  dengan saya," kata Shakira, gadis kecil tersebut. Jokowi bukanlah presiden Indonesia pertama yang pernah menjadi cover majalah TIME. Presiden Soekarno  dan  Soeharto  bahkan lebih dari sekali menjadi cover TIME. Berikut sejumlah presiden Indonei...

Ahok (BTP) : Pemimpin Itu Harus Pantang Takut

Foto: Mediaindonesia.com Ahok.Org – Tubuhnya biasa saja, tidak kekar, tidak juga besar. Namun, hampir semua mengakui nyali Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu jauh melam- paui postur tubuhnya. Ia berangkat dari kalangan minoritas, bahkan triple minority. “Saya itu sudah Tionghoa, nonmuslim, dari Belitung lagi,” kata Ahok menjelaskan makna ‘tiga rangkap minoritas’ dirinya tersebut. Kendati begitu, ia menyatakan tak gentar untuk terus menohok siapa saja yang melanggar aturan. Ia menanggapi santai saat ratusan orang dari Front Pembela Islam, melalui demonstrasi pada Rabu (24/9), menolaknya menjadi pemimpin Jakarta menggantikan Joko Widodo yang terpilih sebagai presiden. Bagi lelaki kelahiran Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966 itu, bila dalam rangka mempertahankan konstitusi dan mewujudkan keadilan sosial harus dibenci, ia menolak jeri. “Kalau dibenci orang karena melanggar aturan, baru takut,” ujar pemilik nama kecil Zong Wan Xie itu kepada  Pu...

Cerita Hadi, Penjaga Makam yang Diberangkatkan Umrah oleh Ahok

  Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Penjaga makam Wijaya Kusuma, Hadi Doyo (64) diberangkatkan umrah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.   JAKARTA, KOMPAS.com   - Anda masih ingat pada medio Juni 2013 lalu, saat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama "Ahok" berziarah ke Makam Pangeran Wijaya Kusuma, Jakarta Barat. Saat itu ia sempat menjanjikan berangkat umrah sang penjaga makam. Rupanya, Ahok telah menepati janjinya. Hadi Doyo (64), sang juru kunci atau penjaga makam Pangeran Wijaya Kusuma tampak tidak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika menceritakan pengalamannya melaksanakan ibadah haji kecil atau umrah, kepada   Kompas.com , Sabtu (27/9/2014) ini.   Berulang kali, kedua tangannya tampak mengusap air mata yang menetes jatuh ke pipinya ketika mengingat perjalanan ibadahnya.   "Sekitar Februari awal tahun ini, (saya) berangkat umrah. Alhamdulillah senangnya tidak ternilai, dapat rezeki dari Allah melalui perantara Pak Ahok,"...

Jokowi Resmikan Pembangunan Masjid Senilai Rp 170 Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com —   Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan pembangunan Masjid Raya Jakarta di kompleks rumah susun sederhana sewa di Daan Mogot, RW 14, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (26/9/2014). Pembangunan masjid itu menelan anggaran sebesar Rp 170 miliar.   Jokowi mengatakan bahwa pembangunan masjid itu merupakan bentuk keseimbangan pembangunan sebuah kota yang modern, yakni pembangunan dari sisi ekonomi, infrastruktur, juga pembangunan dari sisi religi.   "Di Kota Jakarta ini semuanya ada masjid raya, di Jakarta Selatan ada, timur ada, utara ada. Nah, makanya kita bangun masjid raya di Jakarta Barat ini," ujar Jokowi seusai peresmian. Jokowi mengatakan, masjid tersebut berada di kompleks rusunawa di Daan Mogot. Di sekeliling masjid, akan dibangun ruang terbuka hijau yang rindang. Situasi itu, menurut Jokowi, sangat layak untuk mengembangkan kegiatan dengan basis sosial dan religi.   "Yang paling penting, masjid ini menjadi masjid yan...

Ini Ancaman Ahok jika DPRD Jegal Program Unggulan DKI

JAKARTA, KOMPAS.com  — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengancam tidak akan menandatangani surat pengangkatan wakil gubernur DKI yang baru bila berbagai program unggulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dijegal di DPRD. "Kalau saya dipersulit dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin daerah ini, saya enggak mau tanda tangan surat pengangkatan wagub-lah," ujar Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (10/9/2014).  Pria yang akrab disapa Ahok itu bahkan bersedia memimpin Ibu Kota sendirian atau  one man show . Ia merasa tidak memerlukan wakil gubernur karena Pemprov DKI memiliki empat deputi gubernur serta sekretaris daerah (sekda) dan lima asisten sekda yang disebutnya "memiliki ilmu di atas Ahok". Ahok merasa optimistis dapat membangun Jakarta dengan baik bersama para anak buahnya itu. Ia mengatakan, daripada nantinya "kawin paksa", lebih baik bekerja sama dengan para pejabat DKI yang telah menguasai lapangan kerja masing-masing. Selain itu, Basuk...

Kami Membayar Anda Rp 554.000.000 Pertahun Plus.. Plus Bukan untuk Tidur

Kami Gaji Anda Rp 554.000.000 Per Tahun Plus..Plus… Photo : kaktus.co.id Miris dan menyakitkan, ditengah kesulitan untuk bertahan hidup di negeri ini, melihat para anggota DPR RI yang kata nya mewakili suara rakyat terlelap dalam buaian mimpi disaat waktunya bekerja untuk rakyat. Tak heran jika kuota subsidi BBM tekor sebelum waktunya, Tak heran jika kasus Mega scandal Bank Century tak kunjung tuntas, Tak heran jika pelayanan publik tidak maksimal, dan masih banyak pekerjaan - pekerjaan yang seharusnya anda lakukan dalam kurun waktu 2009 - 2014 masih berantakan. Sebagai aktivis pelaut saya hanya bisa mengelus dada karena sampai saat ini Pelaut Indonesia masih menunggu mimpi nya yang belum terwujud agar Maritime Labor Convention (MLC) 2006 segera diratifikasi oleh pemerintah RI dan menjadi undang-undang agar hak-hak pelaut Indonesia yang bekerja diatas kapal Domestik maupun Internasional bisa terlindungi dan khususnya bagi pelaut Indonesia yang bekerja diatas armada pelayaran d...