Skip to main content

2 Pelaku Didor Polisi di Kawasan Thamrin

Serangan yang dilakukan pelaku teror di kawasan Thamrin, menyebabkan beberapa orang tewas. Peristiwa ini mengejutkan. Namun dipastikan, ada pelaku yang dilumpuhkan.

Informasi dari petugas kepolisian, Kamis (14/1/2016) ada dua pelaku yang ditembak mati di dekat kafe Starbucks Sarinah. Pelaku itu diduga yang hendak kabur namun dikejar petugas.

Pelaku ditembak polisi yang menyerbu masuk. Pelaku sebelumnya sudah melepas tembakan dan melukai beberapa orang. 

Polisi menemukan bukti-bukti bom yang belum diledakkan di sekitar Gedung Sarinah dan Gedung Cakrawala. Ada tiga bom rakitan serupa granat yang ditemukan.

Dari foto yang didapat detikcom, Kamis (14/1/2016), polisi meletakkan bukti-bukti yang ditemukan di atas kain hitam di jalan dekat Gedung Sarinah. Terlihat ada 3 bom rakitan serupa granat yang masih utuh, sisa bom yang sudah meledak, pistol rakitan, pisau, pistol rakitan, tas pinggang, dan lakban.

Seorang polisi menuturkan bom yang meledak di dalam pos polisi berisi paku-paku dan benda tajam lain. Namun dia enggan mengungkap lokasi penemuan bukti-bukti ini.

Total ada 10 orang korban ledakan dan baku tembak di dekat Gedung Sarinah. 9 Orang korban ada di RSPAD Gatot Subroto, seorang korban lainnya ada di RSCM.

Polisi sebelumnya menyebut ledakan bersumber dari granat dan bukan bom. Namun temuan ini menunjukkan bahwa pelaku membawa bom yang bentuknya memang seperti granat. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...