Skip to main content

Ahok soal teroris: Dibohongin lu masuk surga, masuk neraka lu semua

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok mengaku heran dengan para pelaku teror yang mau mengorbankan nyawa dengan melakukan bom bunuh diri. Menurutnya, para pelaku bom telah dibohongi oleh pemimpin mereka.

Hal itu diungkapkan Ahok karena biasanya mereka diiming-imingi janji untuk tewas secara terhormat dan masuk surga, tapi hal itu salah.

"Meledak sendiri saja ketembak. Komandannya mana ada yang mau mati, yang bodoh saja yang disuruh mati, dibohongin masuk surga. Masuk neraka lu semua, dibohongin lu. Gw jamin lu pasti masuk neraka yang mati seperti itu! Aku yang ngomong," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/1).

Bagi mantan politisi Gerindra ini tidak ada satu agama mana pun yang mengajarkan umatnya untuk angkat senjata melakukan teror bagi masyarakat. Dia pun tak segan menyatakan bahwa para pelaku teror ini sebagai pengecut.

"Enggak ada ajaran agama seperti itu. Yang kurang ajar, yang mimpin bawa senjata kabur. Pengecut, bohongin orang bodoh, orangnya mati, lu enggak mau mati," tegasnya kesal.

Ditambahkannya, dia mengimbau kepada masyarakat tidak boleh takut dengan segala ancaman teror. Karena, pelaku teror akan berpikir dua kali untuk melakukan hal serupa di Jakarta. Seperti diketahui, pihak kepolisian sudah menembak mati seluruh pelaku teror di perempatan Sarinah.

"Ya enggak usah takut dong, gw aja kerja seperti biasa. Enggak ada apa-apa. Enggak usah takut kalau mereka berani muncul sekarang juga mereka mikir gitu loh. Yang berani mati kan yang bodoh saja disuruh pasangin bom," pungkas orang nomor satu DKI ini.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...