Foto: Ahok di KebagusanLembaga Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menyebut elektabilitas Ahok-Djarot tinggal 27,5 persen, turun drastis dari survei sebelumnya. Apa respons Ahok soal ini?
"Kita kihat hasilnya saja tanggal 15 Februari 2017," katanya saat dihubungidetikcom, Minggu (30/10/2016).
Ahok menyerahkan kepada warga Jakarta untuk menentukan pilihan soal gubernur dan wakil gubernur untuk periode selanjutnya. Dalam beberapa kesempatan Ahok selalu mengumpamakan dirinya sebagai CEO, jika orang nilai tak berhasil silakan tak dipilih.
"Kalau orang Jakarta mau ganti CEO, artinya kontrak saya akan berakhir Oktober 2017," sambungnya.
Survei itu dirilis pada Minggu (29/10) kemarin. Elektabilitas Ahok-Djarot 27,5 persen, Anies-Sandiaga 23,9 persen, Agus-Sylviana: 21persen, dan yang tidak tahu atau tidak menjawab 27,5 persen.
Wasekjen Partai Demokrat Andi Nurpati mengatakan hasil itu sangatlah memprihatinkan bagi seorang petahana. Andi menyebut Ahok sudah mendekati 'lampu merah'. Namun tim pemenangan Ahok-Djarot, Hendrawan Supratikno menyebut survei internalnya Ahok-Djarot masih tinggi 42-44%.
Comments