Skip to main content

Cerita Istri Djarot Mengapa Pilih Sewa Rumah di Menteng

Butuh waktu tiga bulan bagi Happy Farida, istri Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, untuk mencari rumah sewaan karena ia sekeluarga harus meninggalkan rumah dinas suaminya di masa cuti kampanye.

"Nyarinya udah lama sih saya, mungkin kira-kira tiga bulan lalu. Saya sudah cari banyak, yang kita lihat lokasi mana yang strategis. Jadi ada dua pilihan rumah," kata Happy, saat berbincang dengan awak media, termasuk Kompas.com di rumah dinas suaminya di Jalan Besakih, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2016) pagi.
Setelah menimbang-nimbang dari dua pilihan, Happy memutuskan menyewa sebuah rumah di Jalan Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat. Beberapa pertimbangan memilih rumah itu karena masalah letak yang strategis.
"Alhamdulilah ya dapat kontrakan rumah di situ karena mudah nanti jalan ke mana-mana kan," ujar Happy.
Rumah yang dipilih memiliki luas 400 meter persegi. Salah satu fasilitasnya yakni empat kamar tidur. Karena tinggal dengan banyak orang, termasuk pengawal, kamar tersebut akan dibagi.
Satu kamar yang ukuran besar, akan jadi kamar bagi tiga anak Happy. Satu kamar untuk dirinya dan Djarot. Satu kamar untuk enam pengawal Djarot yang melekat 24 jam. Satu lagi akan dipakai untuk kamar bagi tamu.
"Jadi itu juga yang jadi pertimbangan menentukan rumah," ujar Happy.
Meski pindah rumah, Happy menyatakan tidak ada pengaruh dari sisi jarak bagi sekolah tiga anaknya. Dua anak Happy sekolah di Kebayoran Baru dan satu lagi di Tebet.
"Sama saja," ujar Happy.
Anak-anaknya juga sudah terbiasa pindah rumah karena mengikuti tugas ayahnya. Misalnya, dari Blitar harus ke Jakarta karena Djarot menjabat sebagai Wagub DKI. Bahkan, lanjut Happy, anak-anak senang dengan rumah di Menteng.
Selama enam bulan, Happy sekeluarga akan menempati rumah di Menteng. Berapa biaya sewanya, Happy enggan membeberkan.
"RHS (baca: rahasia). (Kami) Langsung sewa enam bulan," ujar Happy. (Baca: Persiapan Djarot dan Istri Jelang Pindah dari Rumah Dinas)
Sementara itu, Djarot mengatakan, rumah sewaan yang akan ditempati itu sudah dibersihkan sebelum ditempati.
"Sekarang sudah dibersihkan juga, beberes juga, pengecetan, pembersihan, jadi sudah seminggu yang lalu," ujar Djarot.
"Kami kontrak selama enam bulan aja. Setelah itu Februari kami balik lagi ke sini. Dan sukur alhamdulillah yang punya boleh tuh, silahkan aja enggak apa-apa, malah seneng," tambah Djarot.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...