Skip to main content

Ironis! Jatah Irman Gusman Cuma Rp 100 per Kg untuk Mengatur Gula Impor

 Dalam sidang tanggapan gugatan praperadilan eks Ketua DPD Irman Gusman hari ini, KPK membeberkan bahwa Irman Gusman menyepakati komitmen bersama tersangka Memi dan Dirut Bulog untuk memasok impor gula ke Sumbar. Dari gula impor Bulog tersebut, Irman mendapat fee sebesar Rp 100 per kilonya.

"Memasuki awal Agustus 2016, saudari Memi menghubungi pemohon menyampaikan gula dari Bulog belum juga datang sedangkan harga gula saat itu sebesar Rp 11.700 per kg, lalu saudari Memi meminta kepada pemohon agar fee diturunkan menjadi Rp 100 per kg dari komitmen sebelumnya sebesar Rp 300 per kg," kata staff biro hukum KPK Raden Natalia Kristanto di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Rabu (26/10/2016).

Dari fee sebesar Rp 100 per kilo tersebut, apabila dikalikan dengan 1.000 ton maka Irman mendapat fee sebesar Rp 100 juta dari Memi dan suaminya.

"Atas dasar perhitungan saudari Memi dari fee sebesar Rp 100 per kg tersebut dikalikan dengan 1.000 ton gula maka dana yang harus disiapkan Saudari Memi untuk pemberian fee kepada pemohon adalah sebesar Rp 100 juta yang diserahkan bersama-sama dengan saudara Xaveriandy Sutanto," terang Raden.

Saat berada di rumah Irman, uang fee tersebut diserahkan dengan dibungkus amplop cokelat dalam kantong plastik, dan Irman dalam kondisi mengetahui bahwa isi dari bungkusan itu adalah uang fee gula impor.

"Memi menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta yang berada di dalam amplop coklat dimasukkan ke dalam plastik hitam dan dibungkus lagi ke dalam tas plastik putih dan diletakkan di atas meja. Lalu pemohon (Irman) kemudian menjawab, terima kasih," lanjut Raden.

Kemudian Memi dan Xaveriandi Sutanto berpamitan meninggalkan rumah Irman dan Irman beristirahat di kamar lantai atas rumahnya sambil membawa sampul coklat berisi uang Rp 100 juta.

Dari penjelasan KPK tersebut terkuak bahwa Irman Gusman telah menyetujui adanya pasokan gula impor ke Sumbar dengan fee Rp 100 dari 1.000 ton gula impor yang disepakati dengan Memi dan suaminya, Xaveriandy. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...