Skip to main content

Di Praperadilan, KPK Beberkan Komunikasi Irman Gusman dengan Dirut Bulog

Dalam sidang pembacaan tanggapan atas gugatan praperadilan eks ketua DPD Irman Gusman, tim biro hukum KPK menjelaskan secara rinci kronologi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Irman. Staff biro hukum KPK Raden Natalia Kristanto menyebut bahwa OTT terhadap Irman diawali adanya informasi mengenai dugaan tindak pidana penerimaan janji atau hadiah dari CV milik tersangka Memi dan suaminya, Xaveriandy Sutanto.

"Pada sekitar bulan Juni 2016 saudari Memi, istri dari saudara Xaveriandy Sutanto, pemilik CV Semesta Berjaya bertemu di rumah dinas Ketua DPD, dalam rumah tersebut diceritakan proses hukum yang sedang dialami saudara Xaveriandy di Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, pada pertemuan tersebut pemohon dengan menggunakan handphone melakukan komunikasi dengan saudara Xaveriandy dan inti dari pembicaraan itu adalah pemohon berjanji menghubungi Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat," kata Raden Natalia Kristanto diawal pemaparannya di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Rabu (26/10/2016).

Dijelaskan Raden, dalam pertemuan tersebut Memi juga meminta agar Sumatera Barat mendapat jatah gula impor dan meminta tolong kepada Irman agar Sumatera Barat mendapatkan jatah impor gula karena Irman adalah orang Sumatera Barat yang saat itu menjadi Ketua DPD RI.

"Kemudian pada saat itu juga di depan Memi, pemohon menghubungi saudara Djarot (Dirut Bulog) menanyakan apakah Sumatera Barat mendapatkan jatah gula impor, saudara Djarot menjelaskan tidak ada destinasi impor gula ke Sumatera Barat dan pemohon lalu meminta bantuan kepada saudara Djarot agar ada sebagian kuota untuk Sumatera Barat dan menjelaskan nanti ada perusahaan dari Sumatera Barat yang sudah memasukkan permohonan ke Bulog dan menyebutkan nama CV Semesta Berjaya dan nama saudari Memi," beber Raden.

Raden melanjutkan, Djarot mengatakan pada Irman bahwa Sumatera Barat akan dibantu dari Jakarta dan akan diberikan sebesar 1.000 ton gula impor dan dapat ditebus atau dibeli dengan harga Rp 11.500.-/kg.

Setelah menelepon Djarot, Irman menerangkan agar Memi menghubungi Bulog Divisi Regional Sumatera Barat yaitu Benhur.

Di bulan Juli 2016, Irman kembali berkomunikasi dengan Djarot yang intinya merekomendasikan CV. Semesta Berjaya kepada Djarot untuk mendapatkan kuota dalam mendistribusikan gula di Sumatera Barat.

Karena harga gula sedang naik maka Memi meminta agar fee diturunkan menjadi seratus rupiah per kilonya dari kesepakan awal bahwa fee tiap kilo gula adalah 300 rupiah.

"Memasuki awal Agustus 2016, Memi menghubungi pemohon menyampaikan gula dari Bulog belum juga datang sedangkan harga gula saat itu sebesar Rp 11.700/kg, lalu saudari Memi meminta kepada pemohon agar fee diturunkan menjadi Rp 100/kg dari komitmen sebelumnya sebesar Rp 300/kg," lanjut Raden.

Lalu pada bulan Agustus 2016 terbit Surat Perintah Setor dari Bulog untuk 1.000 ton gula dan gula impor dari Bulog sebesar 1000 ton itu sampai di gudang CV Semesta Berjaya.

"Atas dasar perhitungan saudari Memi dari fee sebesar Rp 100/kg tersebut dikalikan dengan 1.000 ton gula maka dana yang harus disiapkan Saudari Memi untuk pemberian fee kepada pemohon adalah sebesar Rp.100.000.000.00 (seratus juta rupiah) yang diserahkan bersama-sama dengan saudara Xaveriandy Sutanto," terangnya.

Dari penjelasan tersebut terkuak bahwa Irman Gusman telah menyetujui adanya pasokan gula impor ke Sumbar dengan fee Rp 100 dari 1.000 ton gula impor yang disepakati dengan Memi dan suaminya, Xaveriandy. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...