Skip to main content

Kisah Bupati Batang: Tak Pakai Voorijder, Nyetir Sendiri, dan Bebas Ditemui Rakyat

Wilayah Batang, Jawa Tengah, bukan kawasan yang kaya dengan tambang dan hasil alam. Area di jalur Pantura tersebut bukan juga lokasi populer yang dilirik oleh para pelancong. Namun belakangan, Batang terkenal di Indonesia hingga dunia sejak dipimpin oleh Bupati Yoyok Riyo Sudibyo. Kenapa?

Selama tiga tahun menjabat, mantan anggota TNI tersebut sudah menerima sejumlah penghargaan, terutama yang berhubungan dengan tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi dan transparansi anggaran. Di antara penghargaan itu adalah: Bung Hatta Anti Corruption Award Tahun 2015, Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2014 dengan predikat CC dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, Penghargaan sebagai 10 besar terbaik kategori Kabupaten dengan Tingkat Kepatuhan terhadap Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik dari Ombudsman Republik Indonesia, sampai penghargaan Adipura Tahun 2013 dan 2015.

Kalangan LSM antikorupsi berulang kali melontarkan pujian kepada Yoyok sebagai bupati antikorupsi. Lulusan Akmil tahun 1994 itu juga dikenal akrab dengan organisasi buruh dan tani.

"Saya memang sejak awal ingin membangun manusianya," kata Yoyok saat berkunjung ke kantor redaksi detikcom, Kamis (18/2/2016).

Kerja keras Yoyok dan jajarannya membuat banyak daerah terinspirasi. Ada beberapa kepala derah yang belajar kepadanya soal tata kelola pemerintah. Sebaliknya, Yoyok pun terus mempelajari sistem pemerintahan daerah lain, termasuk soal sistem pelelangan proyek dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Saya belajar dari Bu Risma itu cuma sehari. Tinggal colok flash disk konsepnya Bu Risma, lalu saya terapkan, setahun kemudian berjalan lalu saya Batang jadi satu-satunya Kabupaten di Jawa Tengah yang mendapat ISO 27001," terangnya.

Berkaca ke belakang, Yoyok bercerita soal awal mulanya terpilih sebagai bupati. Sejak awal, dia menegaskan tak mau berpolitik, masuk ke partai politik dan berurusan dengan partai politik. Meski didukung oleh sejumlah partai saat Pilkada, Yoyok tak mau diintervensi.

Foto: Reno/detikcom
Setelah itu, pria asli Batang itu sibuk membenahi pemerintahan. Awal mula menjabat, ada orang yang mengaku sebagai adik bupati meminta fee proyek kepada bawahannya. Yoyok berang, hingga akhirnya membuat surat edaran yang berisi larangan kepada seluruh dinas untuk tak menerima siapa pun yang mengaku atas nama bupati.

"Pokoknya kalau ada yang mengatasnamakan bupati, keluarga bupati, tim sukses, atau siapa pun yang mengatasnamakan saya meminta fee proyek agar tidak dilayani," tegasnya. Surat edaran itu diminta oleh Yoyok ditempel di meja kerja agar terbaca oleh seluruh tamu.

Yoyok juga bekerja sama dengan organisasi antikorupsi untuk membuat pakta integritas di seluruh kantor dinas. Khusus untuk lelang, siapa pun pemenang proyek, wajib 'dipertontonkan' ke masyarakat agar bertanggung jawab terhadap duit rakyat. 

"Pada saat penyerahan Surat Perintah Kerja, ada wartawan, LSM. Intinya saya minta ke kontraktor agar jangan menyakiti rakyat Batang karena duitnya rakyat Batang," paparnya.


Bupati Batang (foto: Reno/detikcom)
Setelah proyek, Yoyok tidak tinggal diam. Pria yang berdinas sebagai intelijen ini meminta bantuan Universitas Negeri Semarang untuk mengecek fisik semua pekerjaan di Batang. Hasilnya, banyak temuan dan terjadi pemangkasan harga.

Untuk membatasi antara kontraktor dan aparat pemerintah, Yoyok membentuk sebuah unit bernama Unit Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (UPKPP). Unit tersebut berfungsi sebagai 'pelayan' masyarakat dan dijadikan rujukan berbagai kabupaten/kota.

Saat ini, Yoyok sedang sibuk membuat program penghematan energi listrik. Dia mengklaim lewat inovasi dalam bidang administrasi dan teknologi yang sedang digarapnya, bisa menghemat anggaran belanja listrik sampai 50 persen. Anggaran listrik di Batang setiap bulannya mencapai Rp 1,4 miliar.

Dengan sederet prestasi di atas, Batang kini tak dipandang sebelah mata lagi. Walau penduduknya hanya 800 ribu jiwa dan pendapatan asli daerahnya kecil, Batang bisa menjadi sebuah daerah yang dilirik banyak orang atas program antikorupsi dan tata kelola pemerintahan. Batang bisa jadi daerah tujuan wisata, namun bukan wisata fisik, melainkan wisata antikorupsi.

"Kalau Teten (Kepala Staf Kepresidenan) menyebut ke Batang itu wisata politik. Tanyakan saja ke beliau apa maksudnya," ucap ayah dua anak ini. 

 Nama Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo (43) mulai dikenal ketika dianugerahi Bung Hatta Anticorruption Award, penghargaan yang juga pernah diraih Jokowi saat menjadi wali kota Solo. Yoyok yang menjabat bupati sejak 2012 sukses membenahi birokrasi Batang, dengan sistem pelayanan publik yang bersih dan bebas korupsi.

Tak hanya itu saja, Yoyok yang memilih pensiun dini dari TNI ini punya kebiasaan lain daripada yang lain. Misalnya kalau kepala daerah lain selalu dikawal voorijder atau petugas keamanan, dengan iring-iringan kemudian disopiri, hal-hal itu tidak berlaku pada Yoyok.
"Waduh mas, nggak ada saya. Buat apa pengawalan, itu mobil dinas Camry juga sejak awal nggak pernah saya pakai. Biasa saja mas," jelas Yoyok saat berbincang, Sabtu (2/1/2016).

Yoyok menyampaikan, buat dia, rakyat harus bisa mengaksesnya di manapun. Dia pun mesti merasakan apa yang dirasakan rakyat, termasuk saat berkendara. Yoyok juga nyetir sendiri dengan Innova lama.

"Ya ini kan biasa mas, ini saya lagi nganter anak istri ke tempat wisata. Liburan mas," terang ayah dua anak ini.

Yoyok tak ingin ada jarak dengan masyarakat Batang. Rumah dan kantor dia juga terbuka 1x24 jam untuk menerima laporan.

"Rumah dinas saya terbuka mas, nggak ada Satpol PP yang jaga. Nggak perlu birokrasi ketemu saya, silakan saja," tutur dia.

Masyarakat juga banyak yang mengadu ke Yoyok saat di masjid. Yoyok memang mengeluarkan imbauan agar selalu salat berjamaah, jadi bila mencari sang bupati gampang, bisa dicek di masjid agung Batang saat salat lima waktu.
Yoyok juga bicara mengenai janjinya saat masa kampenye menjadi Bupati Batang, dia hanya akan menjabat satu periode setelah itu selesai. Yoyok menegaskan, dalam waktu lima tahun cukup memberikan dan memenuhi janji kepada masyarakat termasuk soal kesejahteraan.

"Saya tetap pegang komitmen saya mas, saya ini pemimpin bukan penguasa yang mati-matian ingin mempertahankan kekuasaan. Tugas saya memimpin memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan memberikan kesejahteraan," tutup dia. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...