Skip to main content

Ahok permudah warga Kepulauan Seribu kirim barang dan bertarif murah

 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan upaya untuk memangkas biaya transportasi kebutuhan warga Kepulauan Seribu. Salah satunya dengan mendatangkan kapal pengangkut, Kapal Sabuk Nusantara yang rencananya akan tiba pada November 2016.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, kapal tersebut nantinya akan mempermudah dalam pengiriman barang, baik dari kepulauan atau sebaliknya. Sebab dalam sehari Kapal Sabuk Nusantara tersebut harus melakukan minimal satu kali pulang pergi.

"November nanti akan masuk Kapal Sabuk Nusantara, kapal ini pulang pergi bawa barang. Semua murah. Satu ton cuman Rp 5.000, jadi 1 kg cuman Rp 5," katanya saat melakukan dialog dengan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (27/9).

Dengan adanya transportasi barang yang memadai, mantan Bupati Belitung Timur ini meminta warga untuk melakukan budidaya dengan baik. Dia bahkan tidak menutup kemungkinan untuk membiarkan masyarakat pulau memelihara hewan ternak seperti ayam.

"Pak Darjamuni (Kepala Dinas KPKP), pulau ini pengalaman saya di Pulau Belitung boleh pelihara ayam telur. Dan pengalaman kami telur yang dilepas di pulau, biasanya dikelola baik, itu mesti masuk ke situ," terangnya.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengungkapkan, jika pemerintah tidak ambil bagian dalam distribusi maka muskil masyarakat pulau mampu berkembang. Dia bahkan mencontohkan, salah satu pengalaman kawannya yang melakukan budidaya pisang di Belitung.

"Teman kerja di pulau tanam pisang ambon kepok sampai busuk, sayang itu pisang. Dia makan itu pisang kenapa? Karena diagak bisa dipake kapal ke Jakarta," tutupnya.

Dalam kunjungan kali ini, Ahok akan menebar 4.000 benih Ikan Kerapu. Dalam kesempatan ini nampak hadir Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakun Andriyadi dan DPRD DKI Rudin Akbar Lubis, Kepala Dinas KPKP dan Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...