Skip to main content

Bikin Agus Harimurti Fans Club, Sirajuddin Siap Dipecat dari Golkar

Partai Golkar sudah menyatakan sikap akan mendukung pasangan calon gubernur petahana Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta 2017. Pilihan ini tak diamini semua kader. 

Di antara mereka ada yang membuat pilihan untuk mendukung pasangan calon lainnya. Salah satunya ialah yang dilakukan oleh politikus Partai Golkar, Sirajuddin Abdul Wahab.

Sirajuddin kini menjadi inisiator relawan Agus Fans Club (AFC). Pada gelaran Pilgub DKI Jakarta 2017 nanti, AFC akan mendukung pasangan yang diusung Poros Cikeas, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Sirajuddin pun tak takut kalau langkahnya itu menuai pemecatan dari Golkar.
Bikin Agus Harimurti Fans Club, Sirajuddin Siap Dipecat dari Golkar
"Enggak masalah (dipecat). Konsekuensi sebuah pilihan itu harus kita terima dan saya menentukan sebuah pilihan melihat bagaimana yang harus dihadapi," ujar Sirajuddin di MidTown, Jl. Tulodong Atas No. 28, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2016).

Sirajuddin mengatakan bahwa ia memiliki hak politik. Dan langkah yang diambilnya ialah untuk memilih yang terbaik. Meski begitu, ia mengaku masih menjadi kader Golkar karena belum menyatakan pengunduran diri.

"Saya masih aktif (sebagai kader Golkar). Sebelum saya mengundurkan diri artinya saya masih kader Golkar. KTA saya masih ada," kata Sirajuddin.

Ia mengaku bahwa di dalam internal Partai Golkar bukan hanya dirinya saja yang tidak sejalan dengan sikap dukungan partainya. Sirajuddin menyebut ada 100 orang kader yang ikut bersamanya untuk gabung bersama AFC.

"Banyak lebih dari 100 (yang ikut). Sudah lah, nanti bisa dikroscek yang lainnya di tingkat DPD. Ada juga yg diam diam. Saya punya hak politik. Saya sebagai warga DKI ya harus memilih yang terbaik," ucap Sirajuddin.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...