Skip to main content

Sri Mulyani ke Pengusaha: Tarif Tebusan Periode II Tax Amnesty 3%, Bukan 200%

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta para pengusaha tidak perlu khawatir bila mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty pada periode kedua. Sebab tarif tebusan yang dikenakan hanya 3%.

Demikianlah disampaikan Sri Mulyani saat menerima kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Kantor Pusat Pajak, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Adapun periode kedua tax amnesty dimulai 1 Oktober-31 Desember 2016 dengan tarif tebusan 3%.

"Karena selama ini pengusaha pikirnya sesudah September 2016 dunia akan runtuh. Nggak juga. Tax amnesty 9 bulan. Bahwa semua pihak ingin manfaatkan 2%, namun Senin Oktober naik jadi 3%. Tidak naik 200%," jelasnya.

Sri Mulyani menyatakan bahwa periode tax amnesty berjalan sesuai Undang-undang (UU) yang telah ditetapkan. Di mana ada tiga periode selama sembilan bulan, dengan tarif tebusan berbeda.

"Dari sisi tarif sesuai UU, maka kita harus taati UU itu. Periode 1 sampai hari Jumat. Banyak yang ingin 3 x SPH (Surat Pernyataan Harta)," ujar Sri Mulyani.

Pemerintah telah memberikan kelonggaran dari sisi administrasi pelaporan tax amnesty. Sehingga diperbolehkan mengikuti program pada periode awal dengan membayar tebusan dulu, namun administrasi bisa diselesaikan sampai Desember 2016.

"Administrasi sudah diperpanjang," ujar Sri Mulyani.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...