Skip to main content

Canda Lulung Soal UPS: Gue Dipanggil Mabes Beritanya Sampai ke Amerika

Nama Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham 'Lulung' Lunggana ramai dibicarakan setelah berapa kali bolak-balik ke Mabes Polri terkait kasus UPS. Politisi PPP itu berkelakar soal pemberitaan tentang dirinya yang sampai ke Amerika.

"Bagaimana mungkin gua dipanggil Mabes soal UPS beritanya sampai ke Amerika, tapi teman-teman gua dipanggil nggak ada beritanya," kata Lulung santai dalam diskusi 'Menakar Peluang Ahok Maju Sebagai Calon Independen' di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015).

Pernyataan itu jelas saja membuat seisi ruangan tertawa. Meski demikian, Lulung menganggap pemberitaan masiv soal dirinya itu bentuk perhatian dari publik terhadap dia.

"Ya tapi nggak apa-apa. Itu artinya gua dicintai sama semuanya, termasuk kalian," imbuhnya.

Terakhir, Lulung mendatangi Mabes Polri pada Kamis (25/6) lalu. Dia berupaya menepis tudingan dugaan korupsi pengadaan UPS dengan cara berinisiatif mendatangi Bareskrim untuk menyerahkan sejumlah berkas terkait alur pembahasan APBD DKI Jakarta 2014.

Dia pun mengatakan seharusnya Pemprov di bawah pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) memverifikasi siapa calon pemenang perusahaan, PT-nya. Apakah perusahaan dan badan hukumnya jelas, termasuk mengecek harga satuan dari pabrikannya.

"Dari 50 perusahaan yang dimenangkan juga tidak jelas. Kita mengharapkan ada keterbukaan. Pak Ahok membuat surat penyediaan dana ketika tidak minta verifikasi dari pabrik ini juga kesalahan," kata Lulung. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...