Skip to main content

Halte Transjakarta Akan Dipasangi "Travelator"

Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Kosasih mengatakan bahwa saat ini halte-halte transjakarta tidak aman bagi penyandang kursi roda. Selain gateelektronik yang terlalu sempit, kata dia, tangga akses untuk mencapai halte juga terlalu curam.

PT Transjakarta sedang mewacanakan ingin melakukan perubahan terhadap rancangan halte agar lebih ramah terhadap penyandang kursi roda. Menurut Kosasih, rencana untuk mengubah halte berawal dari masukan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang menilai halte transjakarta belum ramah untuk semua penyandang disabilitas. 

"Saat ini penyandang disabilitas yang paling terakomodasi cuma yang tunanetra. Kalau tunarungu sih enggak ada masalah ya. Kalau yang kursi roda, gate kita enggak muat untuk yang pakai kursi roda. Buat naik ke atasnya juga tidak cukup landai. Berbahaya buat mereka," kata Kosasih di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6/2015). 

Kosasih mengatakan, salah satu hal yang akan dilakukan terkait dengan rencana perubahan halte adalah dengan merencanakan memasang travelator di tangga akses untuk mencapai halte. 

"Kita membutuhkan travelator, atau paling tidak tempatnya cukup landai untuk naik ke atas. Kalau anggaran kita cukup untuktravelator, kita buat untuk travelator," ujar dia. 

Meski demikian, Kosasih menyatakan, pemasangan travelatortidak akan dilakukan terhadap semua halte. 

"Untuk tahap pertama mungkin tidak ada travelator, masih pakai yang biasa. Tapi tahap berikutnya, saya akan coba desain pakaitravelator. Jadi mix antara yang manual dengan yang elektrik. Kalau semuanya pakai travelator kan biayanya tinggi," kata Kosasih.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...