Skip to main content

Pakaikan Kacamata ke Seorang Siswa SD, Canda Ahok: Jangan Main Game Melulu

 Pemprov mendapat sumbangan 7.285 kacamata hari ini. Dengan penuh rasa syukur, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) membagikan kacamata secara simbolis kepada 2 perwakilan siswa sekolah dasar.

Tak hanya sekadar membagikannya, Ahok juga memasangkan kacamata berbingkai hitam ke masing-masing siswa yang dipanggilnya maju ke atas podium. Pembagian kacamata ini merupakan program bantuan dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (pengelola ritel Alfamart) dan Yayasan Berani Bhakti Bangsa di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015).

Salah satu siswa yang dipasangkan kacamatanya, Ahok sempat melempar canda dengan dia. Ahok berpesan agar si anak belajar yang rajin dan berkali-kali memuji penampilannya.

"Dipakai ya kacamatanya. Lebih jelas sekarang muka saya," goda Ahok.

Siswa yang sedang dipasangkan kacamata pun hanya tersenyum. Dia sempat mengatakan belum lama ini kacamatanya bertambah menjadi minus 2.

"Harus pintar ini model kacamatanya juga bagus pas sama mukanya. Kamu tambah ganteng," puji Ahok untuknya.

Siswa yang mendengarnya langsung tersipu malu. Ahok pun berpesan agar tidak membaca buku dengan posisi salah. Sebab, bila salah posisi maka bisa membuat minus semakin bertambah.

"Jangan baca dengan posisi nggak benar, baca itu duduk tegak jangan baring-baring. Suka lihat yang hijau-hijau jauh. Kalau sudah ngantuk jangan main game melulu," tutup dia. 

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menerima bantuan sebanyak 7.285 kacamata dari pengelola jaringan ritel Alfamart Alfamidi dan Yayasan Berani Bhakti Bangsa. Kacamata itu diperuntukkan bagi para pelajar di Ibu Kota.

"Saya bilang sama Dinas Pendidikan, anak di kota disurvei rata-rata hampir 40 persen itu pakai kacamata. Anak kecil pakai kacamata itu harus dicek tiap 6 bulan sekali, kalau dia tidak mampu dari sisi ekonomi pasti anak itu nggak sempat ngecek," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015).

Ahok mengungkapkan, seharusnya dinas dan sekolah-sekolah bekerjasama dengan yayasan ataupun optik. Ini dimaksudkan untuk membantu para pelajar berkacamata yang kurang mampu secara finansial agar rutin memeriksakan kondisi matanya.

"Nah harusnya kita kerjasama dengan yayasan, dokter atau toko kacamata untuk ngecek. Kalau benar dia tidak mampu, ya kita beliin saja," sambungnya.

Untuk biaya kontrol ataupun pemeriksaan mata bisa dilakukan melalui dana yang disetor Disdik melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP). Sehingga, bisa langsung tercatat dan dapat diawasi dengan lebih mudah.

"Dia tinggal masukkan uang terus debet jadi nggak ada permainan. Di Jakarta kalau kamu hidup kurang mampu di bawah garis kemiskinan, Anda harus punya rekening bank karena kita ingin bantuan itu semua dalam bentuk tidak kontan. Jadi ngeceknya lebih gampang," kata dia.

"Yang mau kacamata, kita transfer ke rekening tabungan dia dan dia bayarnya di-tap. Bisa cek tiap 6 bulan, semua sekolah harus kerjasama untuk ngukur nah standarnya kan sudah ada dari swasta, kacamata model sekian hanya Rp 200 ribu. Ini kan keren-keren bingkainya, modis, dari plastik jadi ringan dan kuat," sambungnya. 

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) meminta para guru di sekolah untuk memperhatikan siswa-siswinya secara detail. Termasuk raut wajah mereka.

"Saya suruh perhatikan guru kesannya kalau anak itu agak bodoh nggak ngerti mana tanda plus di papan tulis ada kemungkinan silinder. Jadi jangan ngatain dia goblok. Guru harus lebih peka. Kita bisa bayangkan guru sampai bisa tahu raut wajah siswa, nah itu yang saya tuntut pas saya jadi bupati dulu ke guru," kata Ahok.

Hal ini disampaikannya di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015). Menurut Ahok itulah tugas guru di sekolah, menjadi orangtua pengganti bagi para siswa-siswinya.

"Masa raut muka siswa berubah nggak tahu, pendengaran bermasalah nggak tahu. Guru harus tahu persis anak-anak mana yang sanggup dan tidak," sambungnya.

Ahok pun meminta Kadisdik DKI Arie Budhiman untuk memilah-milah guru yang berkualitas baik. Sebab, ia menilai selama ini masih banyak guru yang belum optimal dalam mentransfer ilmunya kepada para murid.

Mantan Bupati Belitung Timur itu bahkan mengancam tidak akan segan-segan menstafkan guru yang tidak memiliki kualifikasi mumpuni. "Saya yakin masih banyak guru baik di dinas, pertahankan mereka. Yang tidak perlu distafkan. Kalau nggak perlu stafkan saja," tegas dia.

"Lebih baik saya pertahankan guru monyet daripada guru yang berbaju rapi setiap hari tapi mark up dan korupsi," pungkasnya.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...