Skip to main content

Jakarta dan Surabaya masuk 10 kota paling macet di dunia

Sebuah data terbaru terkait data kota paling macet di dunia yang berhasil dikumpulkan oleh Castrol Magnetec dengan menggunakan stop-start index memunculkanJakarta di posisi puncak.
Keberadaan Jakarta sebagai kota paling macet di dunia ini ternyata tak menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Masih ada ibu kota provinsi Jawa Timur, Surabaya, yang kini juga masuk deretan kota paling macet di dunia dengan menduduki posisi ke empat, seperti dirilis Thrillist.
Metode penilaian kota paling macet Castrol Magnetec stop-start index ini berdasarkan data dari sistem navigasi TomTom di kendaraan pengguna yang menghitung sebagai sering kendaraan berhenti tiap kilometernya dan dikalikan jarak tempuh rata-rata tiap tahun dari kendaraan di 78 negara.
Hasilnya adalah di Jakarta rata-rata kendaraan roda berhenti rata-rata hingga 33.240 tiap tahunnya. Sedangkan Surabaya masuk ke urutan ke empat dengan hasil index mencapai 29.880.
Berikut daftar 10 kota paling macet di dunia berdasarkan data versi Castrol Magnetec.
1. Jakarta, Indonesia - 33.240
2. Istanbul, Turkei - 32.520
3. Meksiko City, Meksiko - 30.840
4. Surabaya, Indonesia - 29.880
5. St. Petersburg, Rusia - 29.040
6. Moskow, Rusia - 28.680
7. Roma, Italia - 28.680
8. Bangkok, Thailand - 27.480
9. Guadalajara, Meksiko - 24.840
10. Buenos Aires, Argentina - 23.760

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...