Skip to main content

Maju di Pilgub 2017? Taufik dan Lulung Kompak Menjawab Siap

Sejumlah nama mulai disebut-sebut akan mengisi bursa calon DKI-1 dalam Pilgub 2017. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M Taufik dan Fraksi PPP Abraham 'Lulung' Lunggana mengaku siap maju.

"Saya menunggu perintah. Salah satu syarat harus diusung parpol sendiri. Ada 2 mimpi, mimpi boleh dan mimpi tidak boleh," ujar Lulung dalam diskusi 'Menakar Peluang Ahok Maju Sebagai Calon Independen' di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015).

"Maunya mimpi boleh dong, kali kali saja saya diusulkan jadi gubernur," lanjutnya sambil tertawa.

Hal yang sama juga disampaikan Taufik. Meski masih normatif, namun dirinya siap maju apabila diusung oleh Partai Gerindra.

"Ya kalau saya mendapatkan amanah untuk maju, ya saya harus siap," kata Taufik.

"Jadi siap nggak Pak?" tanya wartawan lagi.

"Siap," jawabnya singkat masih tersenyum.

Apabila benar keduanya maju dalam Pilgub 2017, maka mereka akan berduel dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang menjadi calon incumbent alias petahana. Apakah mereka bakal maju? Kita lihat saja. 

Syarat calon kepala daerah lewat jalur independen pada Pilkada dinaikan soal dukungan masyarakat dari 3 persen menjadi 7,5 persen. Aturan ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mendorong aturan ini perlu diuji materikan ke Mahkamah Konstitusi. Aturan ini dinilainya tak adil untuk calon independen.

"Aturan dalam Undang-Undang Pilkada ini tak adil bagi calon perseorangan. Membunuh kesempatan dan peluang hak masyarakat yang maju lewat independen. Ini punya syarat yang ketat tadi," tutur Arya dalam diskusi publik 'Menakar Peluang Ahok Maju Sebagai Calon Independen' di Balaikota, Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Arya melihat aturan ini memberatkan karena tak memiliki basis penghitungan yang adil. Ia mengkhawatirkan jika jumlah penduduk bertambah maka syarat persentase ini mungkin semakin baik.

"Ini harus didorong, uji materikan ke Mahkamah Konstitusi. Aturan ini membatasi orang yang punya kesempatan untuk bisa melenggang maju," ujarnya.

Lanjutnya, dia mencontohkan kasus Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dinilai berat untuk mengumpulkan dukungan 7,5 persen dari masyarakat Ibukota. Minimal Ahok mesti mendapatkan dukungan dengan mengumpulkan 750 ribu KTP.

"750 ribu KTP itu sulit. Belum mengumpulkan surat fisik pernyataan dukungan," sebutnya. 

Tidak hanya Wakil Ketua DPRD Jakarta M Taufik yang meragukan kepemimpinan Ahok, tetapi juga Abraham 'Lulung' Lunggana karena gaya memimpin birokrasi yang selama ini tidak berjalan baik. Meski sering terlibat perang dingin, namun Lulung memastikan tidak ada dewan yang menyimpan dendam kepadanya.

"Saya tidak begitu yakin ketika Pak Ahok menjalankan birokrasi sangat mendeskriminasi bawahannya. Dia telah menabrak UU, diskriminasi dengan menghapus wakil lurah, rotasi pejabat juga dengan ancaman segala macam," kata Lulung dalam diskusi 'Menakar Peluang Ahok Maju Sebagai Calon Independen' di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015).

"Gua tegaskan, tidak ada satu pun kebencian anggota dewan kepada Pak Ahok," tegasnya.

Politisi PPP itu mengatakan senantiasa akan mendukung kebijakan Pemprov DKI selama tidak bertentangan dengan undang-undang.

"Kita sadar apa yang dilakukan Pak Ahok ini bukan hanya niat tulus memberantas korupsi, tapi kami lihat dari perspektif politik Ahok terlihat jelas beliau mencari pencitraan," tutup Lulung.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...