Skip to main content

Cerita Warga Kampung Pulo yang Pindah ke 'Apartemen' Jatinegara Barat

Pemprov DKI memfasilitasi pembangunan rusun Jatinegara Barat yang digarap Kementerian PU dengan dana APBN. 80 Persen Warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, memilih menempati rusun ini.

"Sejauh ini sudah 111 warga sekitar bantaran Kali Ciliwung yang menerima kunci, sedangkan yang sudah menempati hunian 43 kk," ujar Camat Jatinegara, Sofyan Taher saat berbincang dengan detikcom, Senin (15/6) lalu.

Sofyan menuturkan hingga kini sudah hampir 90 persen warga yang ambil undian hunian rusun. Setidaknya dari 502 jumlah unit di rusun 406 di antaranya telah diambil warga.

Salah satu warga yang sudah memutuskan untuk 'hijrah' ke rusun adalah Erna (36). Ibu dua anak ini memilih meninggalkan rumahnya di Kampung Pulo dan pindah ke rusun demi kehidupan yang lebih baik.

"Kalau dipikir mending hijrah, ibaratnya dulu kita hidup di daerah kumuh sekarang udah nggak," ujar Erna.

Warga RT09 RW02, Kampung Pulo, ini mengaku sudah bosan hidup di wilayah langganan banjir. Dia tak mau terus menerus menjadi beban kota dengan menjadi korban banjir.

"Kalau kita mikirnya nerima sumbangan melulu kapan kita nyumbang. Lagian sekali-kali ngerasain tinggal kayak orang kaya apa-apa delivery walaupun nasi bungkus dari bawah," ujarnya sambil tertawa.

Namun demikian, ada hal yang dikhawatirkan Erna dari rusun tersebut, yaitu tingkat keamanan. Dia juga khawatir perawatan rusun ini bisa dijalankan dengan konsisten dan baik.

Sementara Sanah (50), warga yang telah terdaftar di lantai 16 rusun Jatinegara Barat, sebenarnya merasa berat untuk meninggalkan rumahnya di Kampung Pulo. Baginya rusun tersebut hanya layak untuk pasangan muda yang baru menikah. Sementara kalau untuk orang lanjut usia, rusun tersebut terlampau elite.

"Kalau dipikir-pikir itu rusun kalau mati lampu gimana ya? Apa iya harus naik tangga ke lantai 16?" ujar Sanah.

Sedangkan Rina, warga Gang Anwar Rt 12/01, mengatakan pindah ke rusun lantaran takut jika sewaktu-waktu rumahnya digusur. Dia sendiri menempati kamar di lantai 3. "Kalau dibanding dengan rumah tentu kita lebih nyaman tinggal di rumah, tapi kalau kita bertahan takutnya digusur malah nggak dapat tempat tinggal," papar Rina.

Meski begitu ia tak perlu lagi khawatir kebanjiran. Pasalnya tempat tinggalnya yang baru sudah jauh lebih tinggi dari permukaan kali Ciliwung.

"Sekarang kita harus belajar adaptasi lagi mulai sosialisasi di lingkungan baru. Karena proses mendapat hunian diacak, bisa saja beda RT atau RW," paparnya.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...