Skip to main content

Rusun Jatinegara Barat, 'Apartemen' dari Ahok untuk Warga Kampung Pulo

Rusun Jatinegara Barat, Apartemen dari Ahok untuk Warga Kampung Pulo

Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama bertekad memindahkan warga dari bantaran sungai ke rusun. Tekad itu sudah terlihat dari pembangunan rusunawa Jatinegara Barat.

Ada ribuan unit rusun yang akan dibangun oleh Ahok hingga 2017 mendatang. Yang menarik, rusun yang dibangun oleh Ahok memiliki standar dan kelengkapan fasilitas lengkap. 

Ahok menekankan bahwa rusun yang bangun harus tepat sasaran, tepat jenis dan tepat mutu. Salah satu contoh rusun yang dibangun dengan konsep tersebut adalah Rusunawa Jatinegara Barat yang diperuntukkan bagi warga Kampung Pulo, Jakarta Timur.

Rusun Jatinegara Barat merupakan contoh sistem penyediaan hunian bagi warga miskin yang efektif. Meskipun dibangun oleh Kementerian PU dengan dana APBN, namun rusun yang pembangunannya dimulai tahun 2013 baru bisa dimulai setelah Pemprov DKI menyerahkan aset lahan untuk pembangunan rusun tersebut.

"Banyak orang Jakarta, lahir di Jakarta begitu besar kerja dan menikah, nggak mampu lagi beli rumah di dekat emak bapaknya. Padahal dia harus kerja di Jakarta juga. Inilah yang tersingkir ke pinggiran. Dia mau sewa apartemen, mahal. Mau kos, keluarga ngekos enak nggak? Nggak enak kan," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015).

Kelebihan dari Rusun Jatinegara Barat, dibandingkan rusun-rusun lain adalah peruntukkannya yang tepat sasaran. Rusun benar-benar ditujukan untuk merelokasi warga Kampung Pulo yang sudah 30 tahun lebih selalu menolak direlokasi. Lokasinya juga tidak jauh dari perumahan warga yang akan ditertibkan, sehingga tak ada alasan warga menolak pindah karena jauh dari tempat mencari nafkah. 

Rusunawa Jatinegara terdiri dari dua tower, 16 lantai, dengan kapasitas mencapai 520 unit. Cukup untuk menampung seluruh warga Kampung Pulo yang akan terkena program revitalissi sungai Ciliwung.

Jenis rusun di Jatinegara Barat juga tidak lagi berkonsep Rusunami (Rumah susun hak milik), tapi Rusunawa (Rumah susun sewa) hal ini untuk mencegah berpindahnya kepemilikan, dijual ke orang-orang kaya yang pada akhirnya dijadikan lahan bisnis dengan disewakan lagi. Kasus yang banyak terjadi adalah, mereka yang mendapatkan rusunami subsidi, menjualnya kepada para pemilik modal, lalu kembali ke bantaran kali.

Tiap penghuni langsung dibuatkan KTP dengan alamat rusun, agar lebih mudah dikontrol apakah rusun dialihsewakan ke orang lain atau tidak, dan secara berkala juga dilakukan pemeriksaan. Selain KTP, mekanisme kontrol rencananya juga akan menggunakan kartu perbankan. Soal mutu dan fasilitas, rusunawa Jatinegara Barat dilengkapi fasilitas kelas apartemen. Di halaman rusunawa disediakan tempat parkir motor dan lokasi yang nantinya akan dibangun masjid dan taman. 

Rusun juga dilengkapi empat lift orang dan satu lift barang. Di lantai satu, telah disediakan satu unit rusun bagi kaum difabel, lobi, posko kesehatan dan ruang administrasi. Lantai dua ada area yang disiapkan untuk sekolah PAUD, Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) atau Food court. Selain itu di lantai dua ada control room, genset dan panel room. Di control room  ada 8 layar monitor untuk mengawasi 54 CCTV.

Unit hunian mulai di lantai tiga. Satu unit rusun berisi dua kamar tidur, satu kamar mandi dan sebuah ruangan yang bisa digunakan sebagai dapur  dan ruang tamu. Di dalamnya, fasilitasnya terbilang lengkap dan menggunakan teknologi canggih ramah lingkungan. Contohnya di bawah wastafel terdapat grease trap yang berfungsi menyaring air pembuangan Pengelola juga telah menyediakan satu kamar mandi yang telah dipasang shower.

Di kamar mandi maupun ruang tamu juga dipasangi exhaust atau sistem pembuangan hawa. Tak hanya itu bagi para penghuni rusun yang membawa TV, tidak perlu repot-repot memasang antena manual, karena sudah tersedia antena yang bisa digunakan secara kolektif dengan penghuni rusun lainnya.

Masalah keamanan, unit rusun ini  telah dilengkap sprinkle dan sensor  asap untuk mendeteksi jika ada kebakaran. Spinkle ini dipasang di ruang tamu, dan dua kamar tidur.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...