Skip to main content

Jokowi ke Diaspora: Ayo Pulang, Kita Bangun Ekonomi Digital

Jokowi ke Diaspora: Ayo Pulang, Kita Bangun Ekonomi DigitalFoto: dok. Kominfo
San Francisco - Presiden Joko Widodo menyempatkan diri menemui diaspora Indonesia di San Francisco, Amerika Serikat, sebelum mendatangi markas besar Google, Facebook, dan Twitter keesokan harinya.

Sebanyak 800 orang menghadiri pertemuan tersebut, terdiri dari profesional dan pekerja teknologi informasi, para peneliti, dan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di universitas terkemuka di San Francisco.

Dalam pertemuan itu, Jokowi memaparkan kemajuan yang sudah ia lakukan bersama Kabinet Kerja dalam setahun terakhir. Termasuk rencana pemerintah untuk menghadapi persaingan di era ekonomi digital.

"Besok kita akan ke Silicon Valley mengingat besarnya potensi digital ekonomi. Di sini kita harus siap menghadapi persaingan," kata presiden seperti dilaporkan langsung oleh tim Menkominfo Rudiantara, Rabu (17/2/2016).


Saat sesi dialog dengan diaspora yang mayoritas dari kalangan anak muda, Jokowi mendapat pertanyaan dari salah seorang hadirin yang berprofesi sebagai software engineer tentang kesiapan dan insentif bagi teknopreneur, agar terpanggil untuk pulang ke Indonesia.

Kemudian, presiden juga ditanya tentang ekspektasinya sebagai pemimpin negara terhadap mahasiswa Indonesia yang ada di Amerika Serikat, apa saja upaya untuk pengusaha baru dari kalangan anak muda, khususnya di bidang teknologi.

Jokowi pun menjawab. "Pulang saja. Menjadi seorang entrepreneur perlu berjuang dan pengalaman di Silicon Valley menjadi nilai tambah. Hal yang kurang tetap dikejar. Jaringan telekomunikasi broadband sampai daerah-daerah terus dikerjakan."

"Nilai bisnis ini yang besar jangan sampai hanya dimanfatkan negara-negara lain saja. Ini kesempatan buat anak-anak muda. Saat ini peluangnya. Kalau nanti-nanti, mungkin akan menjadi semakin sulit. Dalam lima tahun, kita ingin menciptakan teknopreneur. Kalau tidak, kita ketinggalan," jelas presiden.

"Juga masalah perizinan buat startup kita akan permudah dan potong-potong birokrasinya. Terutama untuk mendorong modal ventura. Peluang di Indonesia sangat besar, bahkan misalnya pertanian, masih besar, juga energi," paparnya lebih lanjut.

Indonesia sendiri diakui memiliki potensi yang besar di bidang ekonomi digital. Pada tahun 2014, tercatat transaksi e-commerce Indonesia mencapai USD 12 miliar. Ini berarti Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dari 2013 yang berada pada posisi USD 8 miliar. Diprediksi, di 2016 ini jumlahnya mencapai USD 24,6 miliar.

Hal itu memungkinkan karena Indonesia memiliki aset untuk mendongkrak industri digital. Antara lain jumlah kelas menengah yang terus meningkat, akses yang lebih besar terhadap teknologi, termasuk smartphone serta populasi pemuda yang sangat progresif. Ratusan startup tumbuh dalam beberapa tahun terakhir dan terus berkembang.


Sementara menurut Rudiantara, Indonesia juga telah meluncurkan program nasional untuk mengembangkan ekonomi digital berupa roadmap e-commerce yang merupakan hasil kolaborasi delapan kementerian.

Melalui program roadmap e-commerce ini, pemerintah Indonesia menargetkan bisa menghasilkan industri perdagangan jual beli secara online dengan nilai bisnis USD 130 miliar di tahun 2020 mendatang.

Sebagai bagian dari visi itu, pemerintah juga berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem yang bisa menciptakan seribu teknopreneur atau wirausahawan digital dengan total valuasi USD 10 miliar.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...