Skip to main content

Jokowi Keliling Silicon Valley Dikawal 50 Polisi Bermotor

Jokowi Keliling Silicon Valley Dikawal 50 Polisi BermotorFoto: Dokumentasi Google
San Francisco - Sebagai sosok yang merakyat, Presiden Joko Widodo dikenal enggan mendapat pengawalan ketat. Tapi di negeri orang, lain cerita. Sebagai tamu negara yang istimewa, Jokowi tetap mendapat pengamanan ekstra.

Saat berkunjung ke Silicon Valley, misalnya, Presiden Jokowi mendapat pengawalan yang ketat dari Pemerintah Amerika Serikat. Ia dan rombongan dijaga oleh 50 polisi bermotor khusus saat mendatangi markas Facebook, Google, hingga Twitter.

Pengamanan yang didapat oleh Presiden Jokowi selama di San Francisco, cukup istimewa. Pasalnya, jarang sekali seorang presiden dari negara lain mendapat perlakuan tersebut.

"Pengamanannya setara dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama," ujar sumber detikINET di kedutaan yang ikut mengiringi perjalanan rombongan Jokowi selama di Amerika Serikat, Kamis (18/2/2016).


Ia menambahkan, pengamanan yang ketat tersebut bukan lantaran permintaan dari pemerintah Indonesia ataupun tingkat ancaman yang tinggi terhadap Presiden Jokowi. Tapi karena pemerintah Amerika Serikat menganggap Jokowi teramat penting.

"Jadi ada perasaan bangga melihat Presiden Jokowi dikawal 50 motor. Ia dianggap istimewa oleh pemerintah Amerika Serikat. Jarang presiden negara lain mendapatkannya," katanya.

Saat ditanyakan kepada perwakilan KJRI San Francisco, pengamanan tersebut diberikan langsung oleh pemerintah Amerika Serikat. Tidak hanya saat di Silicon Valley saja, tapi sejak dari kedatangan hingga kembali ke bandara internasional San Francisco, Presiden Jokowi akan terus dikawal oleh pasukan bermotor tadi.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...