Skip to main content

Maju Pilgub DKI? Bupati Batang: Saya Konsentrasi Selesaikan Sumpah Jabatan

Nama Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, belakangan ini disebut-sebut masuk bursa cagub maupun cawagub DKI. Namun purnawirawan TNI berpangkat mayor artileri ini memilih konsentrasi menyelesaikan jabatannya saja.

"Saya kira ini sih diredam dulu, biarkan saya konsentrasi maksimal menyelesaikan sumpah saya lima tahun di Kabupaten Batang," kata Yoyok saat berkunjung ke kantor detikcom di Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (18/2/2016). Yoyok adalah Bupati Batang periode 2012-2017.

Wajar nama Yoyok banyak disebut masuk bursa cagub DKI karena banyak pihak menilai Yoyok sebagai kepala daerah yang berhasil. Yoyok juga penah bertemu empat mata dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tak pelak belakangan dia sering nongol di media.

"Kalau sering muncul di media karena efek Batang muncul di media nasional. Efeknya Batang jadi terkenal, kalau terkenal menumbuhkan kepercayaan pemerintah pusat ke Kabupaten Batang, menumbuhkan kepercayaan pengusaha ke Kabupaten Batang, mendatangkan investor ke Kabupaten Batang, menumbuhkan kepercayaan lembaga-lembaga untuk memajukan Kabupaten Batang," kata peraih Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) 2015 ini.

Yoyok tak memungkiri belakangan banyak pihak mencoba menyandingkan dirinya dengan Ahok maupun dengan tokoh cagub DKI lainnya. Dia menegaskan dirinya akan fokus memimpin Kabupaten Batang terlebih dahulu.

"Ada yang memasangkan dengan Ahok, Sandiaga Uno, siapa saja, tunggu waktunyalah. Wong saya masih Bupati Batang, saya selesaikan dulu," kata Yoyok yang tegas namun ramah ini. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...