Skip to main content

Pasukan Oranye Bekerja: Cling, Banjir di Depan Kampus Untar Cepat Surut

Pasukan Oranye Bekerja: Cling, Banjir di Depan Kampus Untar Cepat Surut

 Genangan di ruas di Jl S Parman di depan Kampus Universitas Tarumanegara (Untar) kini cepat surut. Tak seperti masa-masa dahulu, genangan sampai membuat jalan sulit dilalui, dan bahkan mahasiswa sampai diliburkan.

Tapi itu cerita masa lalu, kini hujan deras datang, air cepat surut. Sejumlah warga dan mahasiswa mengakui kalau air cepat menyingkir saat ini.
"Banjir si sering, kemarin-kemarin tapi sekarang dah cepat surutnya. Ya paling pagi ujan deres, sorenya udah mulai surut. Jadi besok paginya sudah kering lagi, paling becek," urai Kamsa, tukang ojek yang mangkal di sekitar lokasi saat ditemui detikcom, Kamis (18/2).

Senada dengan Kamsa, Viona mahasiswi Untar juga mengakui, air cepat surut dan sekarang bila hujan deras genangan tidak parah.

"Kalau dulu banjir si pasti Trisakti sama Untar libur, soalnya banjir sampai dalem kampus kan. Belakangan ini saja nggak begitu," jelasnya.

Satu lagi yang juga punya suara serupa, yakni Dedi pedagang buku yang punya kios di sekitar lokasi.
"Sekarang alhamdulilah udah nggak sampai banjir lama. Dulu kalau hujan deras saja pasti muncul banjir genangan gitu air surutnya lama. Ini lumayan hujan tapi ngga sampai banjir," tutupnya.

Genangan cepat surut ini memang berkat pasukan oranye. Di tiap kelurahan ada 40-60 orang yang siap sedia bekerja menggali saluran air dan mengalirkan genangan. Mereka selalu bergerak begitu mendapat laporan ada genangan. 


Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...