Skip to main content

Survei PDB: 70,8 Persen Warga Jakarta Puas Kinerja Ahok

Warga DKI Jakarta ternyata masih menyukai Basuki Tjahaja Purnama. Buktinya, hasil survei melalui telepolling yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB) menunjukkan 70,8 persen publik menyatakan puas terhadap kinerja Ahok.

"Hanya 21,6 persen saja publik di DKI yang tidak merasa puas dan sangat tidak merasa puas terhadap kinerja pemerintahan DKI Jakarta di bawah Ahok," kata Peneliti senior PDB, Agus Herta Sumarto dalam paparan hasil survei di Apartemen Park Royal Jl Gatot Subroto, Jaksel, Jumat (26/6/2015).

Agus menjelaskan sebagian besar warga Jakarta sebagaimana hasil survei, menjadikan masalah macet dan banjir sebagai masalah utama yang harus diselesaikan Ahok. Masalah pengangguran dan sarana transportasi termasuk perbaikan infrastruktur juga jadi perhatian responden untuk segera diselesaikan Pemprov DKI.

"Hanya ada 2 masalah klasik yang dari dulu tidak berubah, kemacetan dan banjir," ujar Agus.

Menariknya meski kemacetan dan banjir dianggap sebagai problem utama yang belum terselesaikan Pemprov di bawah kendali Ahok, nyatanya warga menunjukkan rasa puas terhadap kinerja mantan politikus Gerindra itu.

"Ini anomali, Ahok disebut belum berhasil menyelesaikan masalah utama, tapi kinerjanya dianggap berhasil," sambungnya.

Ada 62,3 persen responden yang menyatakan puas atas kinerja Ahok, sedangkan 8,5 persen responden lainnya mengaku sangat puas. Sebanyak 20,4 persen responden mengaku tidak puas terhadap kinerja dan 1,2 persen menyatakan sangat tidak puas.

Soal tingkat kepuasan tinggi warga DKI terhadap kinerja Ahok, pengamat politik Alfan Alfian menyebutnya sebagai hal yang cukup mengejutkan.

"Ini temuan awal yang penting untuk mengecek sejauh mana popularitas Ahok. Terkait paradigma politik populis, Ahok masuk pemimpin unkonvensional. Di tengah karakter Jakarta dengan permasalahan yang kompleks, (gaya kepemimpinan, red) yang cocok unkonvensional," tutur Alfian.

Menurutnya, warga Ibu Kota menyukai gaya kerja seperti yang ditunjukkan Ahok. Ahok dianggap berhasil menunjukkan gaya kerja yang menggebrak kebiasaan para birokrat.

"Publik akan melihat bagaimana pemimpin memimpin. Ahok setiap saat mencoba menunjukkan sebagai pemimpin yang bisa memimpin dengan isu-isu yang populer. Isu-isuu antikorupsi, pendisiplinan birokrasi, pembenahan SDM juga perlawanan terhadap kepalsuan-kepalsian birokrasi sehingga orang-orang rasional bisa melihat dia memang bekerja," kata Alfian.

Survei PDB dilakukan dengan metode wawancara melalui telepon tanggal 26 Mei- 1 Juni 2015. Respondenya dipilih secara acak sistematis berdasarkan buku telepon yang diterbitkan Telkom. 

Jumlah sampelnya sebanyak 442 orang dengan margin of error sekitar 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Comments

Unknown said…
SETUJU..............................CUMA INGAT MAU ROBAH NASIB RAKYAT INDONESIA ...................PERLU JUTAAAN AHOK,RIDWAN KAMIL................DAN IBU RISMA............................DAN BANDAR UANG DAN BANDAR POLITIK.................HRS MEMBANTU.................................NGA REPOT ..........................WHERE THE MONEY COMING FROM....................?????????????

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...