Skip to main content

Taufik Tuding Ahok Kerahkan PHL untuk Pilgub 2017

Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menempatkan 40-70 pekerja harian lepas (PHL) di  tiap kelurahan dituding merupakan bagian dari upaya Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menghadapi Pilkada 2017. Ahok dinilai akan memanfaatkan orang-orang tersebut untuk mengumpulkan KTP warga sebagai syarat dukungan maju lewat jalur independen. 

Hal tersebut dilontarkan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik dalam diskusi publik "Menakar Peluang Ahok Maju Sebagai Calon Independen", di Jakarta, Jumat (26/6/2015). 

"Memang Ahok mempersiapkan diri untuk maju sebagai calon independen. Lihat saja itu yang 70 orang di tiap kelurahan. Buat apa coba ada 70 orang ditempatkan di kelurahan? Saya kira itu harus diaudit, karena setahu saya itu sudah dicoret kok oleh Mendagri," kata Taufik. 

Kendati Taufik berkeyakinan Ahok sanggup maju dalam Pilkada, ia ragu bahwa mantan bupati Belitung Timur itu bisa menang. Taufik menganggap rendahnya serapan anggaran di DKI Jakarta akan berdampak terhadap rendahnya elektabilitas Ahok di mata masyarakat.

"Karena serapan rendah, enggak akan ada yang milih Ahok. Anda cek coba ke rakyat bawah, saya tidak yakin menang. Yang senang-senang sama dia paling yang di medsos. Itu pun paling karena di-set-up doang sama Ahok," ujar Ahok.

Taufik menilai, penyerapan yang rendah terkait sikap Ahok yang dinilainya terlalu arogan. Hal itulah yang membuat tak ada bawahannnya yang mau menjalankan pekerjaan berdasarkan inisiatif sendiri.

"Bagaimana mungkin Ahok setiap hari ngancem mau pecat 40 ribu PNS? Jadi wajar aja kalau serapan di bawah 20 persen, karena enggak ada yang mau kerja, takut kena. Belum kerja udah diancam dipecat," kata Taufik.

Comments

Unknown said…
AHOK ITU SUDAH PUNYA SEGALA NYA........................YG TIDAK ...................AHOK PUNYA YAITU KUMPULAN NENEK NENEK ATAU ORANG TUA YG BERANI MENENDANG KAKI SIAHOK...................KALAU RAPAT MULUT SIAHOK MUNCRAT OUT OF CONTROL................ATAU SISTIM CONTROL.................GETARAN DI SMARTPHONE DIAKTIFKAN.............KETIKA SIAHOK BICARA MUNCRAT NYA NGA KARUAN TERLALU KERAS..................ADA ORANG YG AKTIFKAN GETARAN SMARTPHONE NYA......................SUPAYA ELING.........................SYARAF NYA HRS COOLING DOWN......................BAGAIMANA TIDAK STRESS......................PAGI PERGI PULANG MALAM..........................SAMPAI DIRANJANG LOYO ?????????????????? SOAL SI TAUFIK SEBENARNYA TUKANG SATE SIAHOK....................LAWAN TANDING SIAHOK ...................SEBAIK PENGUMPAN......................BAHWA.................DIA MENJADI WAKIL DARI FIKIRAN YG SELALU CARI SOMETHING WRONG................CUMA LAWAN TANDING INI NGA SEIMBANG.......................REKAM JEJAK NGA CUKUP.....................EX HOTEL PORDEO..........................JADI SELAMA BOSS GERINDRA TIDAK BUKA SUARA....................NO BODY KNOW............................BISA JADI PULANG KANDANG......................WHO KNOW......................DIDUNIA ANYTHING IS POSSSIBLE..................................YG PASTI DIDUNIA ITU KEMATIAAAN YG LAIN.........................LIFE IS IN QUESTION.....................MODEL SEPERTI TAUFIK .....................CAPE....................DAN KECAPEAAN..............................FROM BOISE IDAHO USA

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...