Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah jika ada pemberitahuan bahwa Rusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara sudah habis stock. Menurutnya masih ada 1.000 lebih rusun yang tersedia untuk warga.
"Rusun Marunda sudah abis stok? Kata siapa? Nggak kok. Masih ada lebih kok," ucap Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (29/5).
Ahok memaparkan tersedianya rusunawa itu tergantung dari siapa yang meminta. Jika yang akan menempati rusunawa ialah pemilik toko yang ingin dibuat indekos atau disewa ke tangan kedua tentu dirinya mengungkapkan tidak akan diberikan. Sebab mereka tidak berhak mendapatkannya.
"Saya sudah pengalaman menangani mereka yang seperti itu. Ngomong aja dulu enggak apa-apa. Yang engga punya rumah saya baru masukin, yang buat sewa-sewain nggak. Masih ada seribu lebih rusun yang sudah siap," jelasnya.
Dirinya menjelaskan ingin mengetahui siapa yang benar-benar sudah dapat. "Kaya Monas? Saya usul semua anggota DPRD datang, semua wartawan juga datang suruh PKL tunjukan KTO DKI. Coba cek mereka yang jualan jualan kopi, KTP madura yang lebih banyak di Monas. Nah ini yang akan saya coba di rusunawa. Saya ingin mengetahui siapa yang benar-benar boleh menghuni," tutupnya.
"Rusun Marunda sudah abis stok? Kata siapa? Nggak kok. Masih ada lebih kok," ucap Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (29/5).
Ahok memaparkan tersedianya rusunawa itu tergantung dari siapa yang meminta. Jika yang akan menempati rusunawa ialah pemilik toko yang ingin dibuat indekos atau disewa ke tangan kedua tentu dirinya mengungkapkan tidak akan diberikan. Sebab mereka tidak berhak mendapatkannya.
"Saya sudah pengalaman menangani mereka yang seperti itu. Ngomong aja dulu enggak apa-apa. Yang engga punya rumah saya baru masukin, yang buat sewa-sewain nggak. Masih ada seribu lebih rusun yang sudah siap," jelasnya.
Dirinya menjelaskan ingin mengetahui siapa yang benar-benar sudah dapat. "Kaya Monas? Saya usul semua anggota DPRD datang, semua wartawan juga datang suruh PKL tunjukan KTO DKI. Coba cek mereka yang jualan jualan kopi, KTP madura yang lebih banyak di Monas. Nah ini yang akan saya coba di rusunawa. Saya ingin mengetahui siapa yang benar-benar boleh menghuni," tutupnya.
Comments