Skip to main content

Harta Orang Kaya Susah 'Pulang Kampung' Meski Ada Pengampunan Pajak

Harta Orang Kaya Susah Pulang Kampung Meski Ada Pengampunan Pajak
Jakarta -Kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak memang masih wacana. Jika terealisasi, maka sanksi pidana terhadap wajib pajak (WP) tersebut juga akan dihapus.

Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito menjelaskan, inti dari kebijakan ini adalah untuk menarik uang milik warga negara Indonesia yang selama ini disimpan di luar negeri. Maka tidak cukup hanya diiming-imingi dengan pengampunan pajak.

"Kan wacananya di tarik ke Indonesia biar ekonominya maju. Tapi di situ jadi terbuka memang seharusnya enggak mungkin tax amnesty, harus ada unsur pembebasan pidana umum," ujar Sigit di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Jumat (29/5/2015)

Maka harus dilibatkan beberapa pihak lain untuk pembahasannya. Di antaranya adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kepolisian, Jaksa Agung, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kebijakannya pun diarahkan kepada special amnesty.

"Kalau tax amnesty saja enggak laku. Yang ada ya keluar undang-undang tapi enggak laku. Ya harus efektif ya dilibatkan pihak penegak hukum," jelasnya.

Namun diharuskan membayar tebusan berupa pajak dengan tarif 10-15% dari total nilai uang yang dibawa WP. Bisa juga lebih rendah sesuai pembicaraan pembahasan undang-undang (UU).

"Harus dong dikenakan tebusan dan masuk di pajak. Jadi ada pemasukan buat kita," ujar Sigit.

Sigit mencontohkan, misalnya Gayus Tambunan memiliki dana di Singapura. Sementara sekarang, Gayus sudah dipenjarakan dan ingin mendapatkan fasilitas special amnesty. Maka diperbolehkan, selama uangnya tidak ada kaitan dengan korupsi.

"Kalau misalnya contohnya Gayus. Dia sudah di penjara, ternyata dia punya uang di Singapura, dia masukin ke Indonesia. Ya sepanjang uang itu yang tidak bermasalah ya tidak ada masalah, dibebasin. Jadi enggak dihukum tambahan," jelasnya.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...