Skip to main content

JK Minta Lahan SPBU di Sebelah Mako Paspampres Dikembalikan ke Negara

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar lahan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terletak di sebelah Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden di Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat, dikembalikan kepada negara. Kontrak antara pengelola SPBU dan Paspampres berakhir pada 30 Mei mendatang.
"Kebetulan lahan itu besok selesai. Dia punya kontraknya 30 Mei. Karena itu, sudah waktunya bagi negara untuk mengambil alih kembali, pemerintah mengambil kembali," kata Kalla saat mengunjungi Mako Paspampres di Jakarta, Jumat (29/5/2015).
Menurut Kalla, lahan seluas 5.001 meter persegi itu diperlukan bagi Paspampres untuk menyimpan peralatan dan kendaraan operasional. Lagi pula, kata dia, keberadaan SPBU di sebelah Mako Paspampres berisiko bagi keamanan.
"Bahan bakar begitu banyak di sebelah situ, berbahaya. Terlebih lagi, Paspampres-nya butuh lahan yang lebih luas untuk kegiatannya. Lihat lahan penuh, tidak ada lagi lahan kosong, bangunan kosong, sehingga mobilitas dan juga kendaraan kan makin banyak juga. Saya kira, pada waktunya, itu perlu dikosongkan," tutur Kalla.
Untuk menyimpan mobil presiden
Wakil Komandan Paspampres Brigjen Bambang Suswantono menyampaikan bahwa pihaknya berniat memanfaatkan lahan SPBU itu untuk menyimpan mobil operasional dan membangun barak anggota Paspampres.
Di samping itu, Paspampres memerlukan lahan penyimpanan kendaraan keras presiden yang letaknya tak jauh dari Istana Kepresidenan. Selama ini, kendaraan keras presiden disimpan di basis TNI di Cawang. Lokasinya berjauhan dengan Istana Presiden yang terletak di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.
"(Yang di) Cawang itu bukan punya Paspampres, itu punya basis TNI, dari segi pengamanan. Pengawasan juga berbeda, apabila mobil itu ada di sini. Kan suatu hal lucu, ya manusia, perlengkapan semua di sini, tetapi mobil di sana, sedangkan mobil itu bagian dari perawatan kita. Oleh karena itu, kalau toh itu bisa, kita manfaatkan, ya. Kita membuat garasi mobil kerasnya presiden itu ada di situ, (untuk) presiden dan wapres," tutur Bambang.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak tahun lalu, Paspampres telah menolak kompensasi yang diberikan pengelola SPBU. Menurut dia, nilai kompensasi yang diberikan pengelola SPBU kepada Paspampres sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai aset berupa lahan yang dijadikan SPBU tersebut.
Menurut Bambang, masalah pemanfaatan lahan ini telah dibawa ke meja hijau. Saat ini, proses hukumnya masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
"Harapan kita ya enggak usah memperpanjang bisnis lagi, enggak usah memperbarui bisnis lagi, selesai, kita kembalikan," ucap dia.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...