Skip to main content

Kabareskrim: Dahlan Penanggung Jawab Proyek Cetak Sawah, Pasti Diperiksa

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Budi Waseso menyebut mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai penanggung jawab proyek cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat. Proyek itu tengah diusut polisi lantaran diduga terjadi tindak pidana korupsi.
"(Dahlan Iskan) pasti dipanggil untuk dimintai keterangan, diminta pertanggungjawabannya karena dia salah satu penanggung jawab saat itu," ujar Budi di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/5/2015).
Pemeriksaan terhadap Dahlan, lanjut Budi, untuk memperjelas beberapa hal. Pertama, bagaimana proyek itu direncanakan. Kedua, apakah pelaksanaan proyek tersebut telah sesuai dengan peraturan perundangan. Ketiga, apakah proyek itu sesuai dengan perencanaan atau tidak.
Berdasarkan penyelidikan hingga penyidikan sejak akhir April 2015, Budi mengatakan bahwa penyidiknya menemukan dugaan kuat adanya unsur tindak pidana dalam proyek itu.
"Hasil laporan dan pengecekan di lapangan bahwa secara fisik kegiatan proyek itu tidak ada. Pengeluaran dananya ada, tetapi fisik proyeknya tidak sesuai dengan rencana," ujar Budi.
Dittipikor Bareskrim Polri tengah mengusut perkara dugaan korupsi pencetakan sawah fiktif di Kabupaten Ketapang. Direktur Tipikor Bareskrim Polri Brigjen Pol Ahmad Wiyagus mengatakan bahwa proyek itu adalah patungan sejumlah BUMN, yakni BNI, BRI, PT Asuransi Kesehatan, PT Pelindo, PT Hutama Karya, dan PGN. Proyek dilakukan dalam kurun waktu 2012 hingga 2014.
"Saat ini, statusnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan," ujar Wiyagus.
Sejauh ini, penyidik belum menetapkan tersangka. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, yakni para direktur utama BUMN.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...