Skip to main content

Ridwan Kamil Hukum 13 PNS yang Berprilaku Buruk

Ridwan Kamil Hukum 13 PNS yang Berprilaku Buruk
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menghukum 13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mayoritas bekerja di pelayanan publik. Mereka dilaporkan oleh Ombudsman karena perbuatan yang tidak terpuji.

"Saya memberhentikan 13 PNS dari jabatannya yang sekarang dan dimutasi ke jabatan yang jauh dari jabatan dia sekarang," ujar pria yang akrab disapa Emil itu di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (29/5/2015).

Emil mengaku mendapat laporan dari Ombudsman yang sebelumnya telah melakukan penyamaran dan menyelidiki kantor-kantor pelayanan publik.

"Setelah temuan dari Ombudsman ini nanti juga ada detektif kaya Ombudsman yang akan menyamar. Sehingga mereka tahu kalau di Bandung ini ada sistem monitoring," terang Emil.

Menurut Emil, para PNS yang dikenai hukuman itu rata-rata kasusnya mayoritas adalah praktek pungutan liar (pungli). Diharapkan dengan diberikan sanksi tegas tidak akan ada lagi PNS yang berani bertindak tidak sesuai aturan.

"Kebanyakan pungli, saya enggak apal detilnya. Termasuk satpol PP yang tersandung kasus (korupsi reklame-red). Ini sebagai efek jera, memberhentikam dari pekerjaannya yang sekarang, dan dimutasi ke jabatan yang jauh," tegas Emil.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Kota Bandung (BKD) Evi S Shaleha mengatakan, para PNS yang dihukum tersebut adalah pejabat struktural eselon IV di tingkat kelurahan dan kecamatan.

"Mereka dipindah dari jabatan asalnya untuk dilakukan pembinaan. Apakah setelah dipindah berubah perilakunya atau enggak, kalau enggak nanti diberi sanksi lebih berat," terang Evi.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...