Skip to main content

Ahok: Pak Hakim, Saya Sering Dikhianati dan Dipojokkan Oknum PNS

Ahok: Pak Hakim, Saya Sering Dikhianati dan Dipojokkan Oknum PNS

 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama curhat soal kelakuan anak buahnya saat menghadapi proses hukum. Tak sedikit, bila ada yang dipanggil penegak hukum, para oknum PNS memojokkannya dengan sejumlah kesaksian.

"Saya orang menyebalkan juga bagi oknum PNS. Kalau dipanggil Bareskrim atau yang lain mereka suka memojokkan saya juga," kata Ahok saat menjawab pertanyaan hakim terkait kesaksian anak buahnya yang mengaku tak tahu dasar hukum kontribusi tambahan 15 persen.

Hal itu disampaikan Ahok saat bersaksi di persidangan terdakwa Ariesman Widjaja, di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Kemayoran, Jakpus, Senin (25/7/2016).

Ahok mengatakan, seharusnya dia memecat anak buahnya yang memojokkan dirinya di persidangan. Namun karena masa jabatannya sudah hampir habis, dia tak bisa mencopot pejabat selevel eselon 2.

"Saya kan juga nanya sama mereka. Ini ada dasar hukum ga? Untuk minta kontribusi ke mereka? Ini ada pak," terang Ahok.

Dalam kesempatan itu, Ahok juga tak menyangka terjadi dugaan suap dari Agung Podomoro Land yang dipimpin oleh Ariesman kepada anggota DPRD M Sanusi. Sebab, selama ini para pengusaha, termasuk Ariesman, sudah menyetujui konsep kontribusi tambahan yang diusulkannya.

"Saya juga baru ketemu Pak Ariesman. Kalau di depan saya iya-iya udah kasih semua. Kok di belakang, tudingan itu seolah-olah itu dagang pasal kalau itu sampai terjadi, pengusaha itu kurang ajar," tegasnya.

Di kesempatan terpisah, saat ditanya hakim soal laporan anak buahnya, Ahok cerita soal kelakuan oknum PNS yang mengkhianatinya. Dalam beberapa kasus, ada berkas yang diakali dengan cara ditukar kalimat atau isinya.

"Zaman pejabat yang lama, dua tahun hilang. Draf pergub bisa hilang dua tahun," ungkapnya. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...