Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengungkap tarik menarik angka kontribusi pengembang yang hendak menggarap proyek reklamasi Teluk Jakarta. Ahok ngotot ingin kontribusi di angkat 15 persen, sementara Balegda DKI pimpinan M Taufik ingin angkat itu hanya 5 persen.
Dalam kesaksiannya di sidang terdakwa bos Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, Ahok mengaku marah dengan politikus Gerindra M Taufik yang minta kontribusi pengembang awalnya dihapus.
"Saya sampaikan, kalau kalian suruh saya tulis kontribusi, saya tulis 15 persen, kalau mau ubah, Anda jadi gubernur," kata Ahok di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (25/7).
Ahok bahkan mengungkap kekhawatirannya bahwa kontribusi ini dijadikan jualan politik jelang Pilgub DKI 2017. Saat ini, ketentuan kontribusi masih alot, belum ditentukan, Raperda tentang Zonasi reklamasi pun belum dibahas karena mencuatnya kasus ini.
Dalam raperda, diatur bahwa yang menentukan kontribusi pengembang adalah Peraturan Gubernur (Pergub). Ada kecurigaan, pengesahan raperda diulur-ulur hingga dirinya non aktif jadi gubernur karena hendak ikut Pilgub DKI 2017.
"Saya bicara sama tim eksekutif, saya khawatir kasih pergub 15 persen, saya khawatir ini dijadikan jualan teman-teman, siapa mau jadi gubernur kami asal 15 persen dihilangin, kami dukung, itu kerugian pada DKI," tutur Ahok.
Ahok pun menantang DPRD DKI segera mengesahkan raperda tentang zonasi, dia pun akan segera teken Pergub tentang kontribusi senilai 15 persen itu. Jangan sampai, nilai 15 persen itu turun.
"Ini ada niat nakal, kalau dia minta Perda Gubernur yang tentukan (kontribusi) saya inginkan Pergub draf disiapkan, ketika ketok palu, Perda masuk, Pergub saya keluarin. Kalau nanti siapapun jadi gubernur kalau dia ubah Pergub 15 persen, saya laporankan kerugian negara," tantang Ahok.
Karena niatan Ahok ini, makanya M Taufik minta angka 5 persen. Sebelum tantangan ini, Ahok mengatakan, Taufik minta 15 persen hilang.
"Si taufik berubah pikiran, tidak disahkan, lalu dimasukkan yang 5 persen sebagai usulan," pungkasnya.
Dalam kesaksiannya di sidang terdakwa bos Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, Ahok mengaku marah dengan politikus Gerindra M Taufik yang minta kontribusi pengembang awalnya dihapus.
"Saya sampaikan, kalau kalian suruh saya tulis kontribusi, saya tulis 15 persen, kalau mau ubah, Anda jadi gubernur," kata Ahok di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (25/7).
Ahok bahkan mengungkap kekhawatirannya bahwa kontribusi ini dijadikan jualan politik jelang Pilgub DKI 2017. Saat ini, ketentuan kontribusi masih alot, belum ditentukan, Raperda tentang Zonasi reklamasi pun belum dibahas karena mencuatnya kasus ini.
Dalam raperda, diatur bahwa yang menentukan kontribusi pengembang adalah Peraturan Gubernur (Pergub). Ada kecurigaan, pengesahan raperda diulur-ulur hingga dirinya non aktif jadi gubernur karena hendak ikut Pilgub DKI 2017.
"Saya bicara sama tim eksekutif, saya khawatir kasih pergub 15 persen, saya khawatir ini dijadikan jualan teman-teman, siapa mau jadi gubernur kami asal 15 persen dihilangin, kami dukung, itu kerugian pada DKI," tutur Ahok.
Ahok pun menantang DPRD DKI segera mengesahkan raperda tentang zonasi, dia pun akan segera teken Pergub tentang kontribusi senilai 15 persen itu. Jangan sampai, nilai 15 persen itu turun.
"Ini ada niat nakal, kalau dia minta Perda Gubernur yang tentukan (kontribusi) saya inginkan Pergub draf disiapkan, ketika ketok palu, Perda masuk, Pergub saya keluarin. Kalau nanti siapapun jadi gubernur kalau dia ubah Pergub 15 persen, saya laporankan kerugian negara," tantang Ahok.
Karena niatan Ahok ini, makanya M Taufik minta angka 5 persen. Sebelum tantangan ini, Ahok mengatakan, Taufik minta 15 persen hilang.
"Si taufik berubah pikiran, tidak disahkan, lalu dimasukkan yang 5 persen sebagai usulan," pungkasnya.
Comments