Skip to main content

Kader Golkar Minta Ahok Berfoto dengan Elite Partai


Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Padjaitan, politisi senior Partai Golkar serta Pimpinan DPD Provinsi Partai Golkar dalam acara penutupan Rapat Pimpinan Nasional di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (28/7/2016)


 Kader Golkar yang menghadiri acara Rapimnas di Istora Senayan, Kamis (28/7/2016), meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk berfoto bersama elite partai tersebut. Permintaan itu terjadi saat sesi foto bersama.

Pada awalnya, sesi foto elite Golkar hanya untuk Presiden Joko Widodo. Namun, terdengar teriakan dari arah tribun yang meminta Ahok untuk ikut serta.
"Ahok Ahok," teriak orang-orang dari arah tribun.
Pembaca acara Tina Talisa merespons teriakan itu dan meminta Ahok untuk ikut maju ke depan.
"Kami meminta Gubernur DKI untuk ikut maju ke atas panggung," kata Tina.
Rapimnas Partai Golkar dimulai sekitar pukul 19.45 dan berakhir sekitar pukul 21.00. Selain Jokowi dan Ahok, acara itu juga dihadiri mantan Presiden BJ Habibie, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum PDI-P, Ketua DPR Ade Komaruddin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...