Skip to main content

Dinilai Hanya Pantas Jadi Cawagub oleh Ketua PDIP, Ini Komentar Ahok

 Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pantasnya menjadi Wakil Gubernur dalam kontestasi Pilkada DKI 2017 mendatang. Ahok pun menanggapi santai pernyataan Andreas tersebut.

Awalnya Ahok menolak untuk bicara soal politik saat ditanya wartawan. "Ah, sudah lah, enggak usah ngomong politik," kata Ahok usai meresmikan kantor baru PD Pasar Jaya di Jl Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2016). 

Namun, akhirnya dia mau berkomentar. Menurut Ahok, dirinya memang pantas hanya menjadi Wakil Gubernur DKI.

"Memang. Gua memang semuanya itu cocoknya wagub saja," katanya.

Ahok menjelaskan kenapa dia hanya cocok jadi wakil gubernur. Sebab, dia menilai jabatan Gubernur DKI yang diamanahkan kepadanya saat ini adalah titipan dari mantan Gubernur DKI yang kini menjadi Presiden RI Joko Widodo.

"Karena apa? Karena gubernur aslinya itu kan masih Joko Widodo, Gua masih Wagub. Cuma karena dipinjamin Presiden. Jadi gua kaya akting gubernur," kata Ahok.

Sebelumnya, Adreas Hugo Pereira mengatakan, menurut kalkulator politik Ahok seharusnya jadi wakil gubernur di kontestasi Pilkada DKI 2017 mendatang.

"Kalau menurut kalkulator politik, seharusnya Pak Ahok jadi wakil. Kalau dia punya 23 kursi, kita punya 28 kursi, lebih banyak dong," kata Andreas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8).

"Logika kalkulator dong. Dulu dia terpilihnya juga wakil kan? Tidak pernah dia dipilih jadi gubernur," tambah Andreas. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...