Skip to main content

Kasus Masjid Raya Sula, Penyidik KPK dan Polda Akan Dipertemukan

 Rombongan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin komisioner KPK Irjen Pol Basaria Panjaitan, Selasa (23/8/2016), menemui Kapolda Maluku Utara Brigjen Zulkarnain Adinegara dan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara Deden Riki Hayatul Firman.

Pertemuan yang dihadiri seluruh pejabat utama Polda dan Kejati Maluku Utara itu berlangsung di Mapolda Maluku Utara.
Basaria menjelaskan, pertemuan itu digelar dalam rangka sinergitas antara KPK, polisi dan kejaksaan untuk menemukan kemungkinan hambatan dan kendala yang dihadapi dalam penanganan kasus.
Dia mengaku, ada sejumlah kasus di Maluku Utara yang dilaporkan ke KPK, namun sejauh ini katanya belum ada permintaan khusus baik dari Polda maupun kejaksaan untuk melakukan supervisi kasus-kasus yang ada di Maluku Utara.
Dalam pertemuan tadi, mengemuka beberapa kasus dugaan korupsi, satu di antaranya adalah kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sula, Kabupaten Kepulauan Sula, dengan tersangka mantan Bupati Ahmad Hidayat Mus.
Dalam kasus proyek yang dibangun tahun 2006 dengan anggaran Rp 23,5 miliar itu, Polda Maluku Utara menetapkan sembilan tersangka, salah satunya Ahmad Hidayat Mus. Hanya saja berkas pemeriksaan tersangka mantan Bupati Kepulauan Sula itu sudah 6 kali bolak-balik antara polisi dan kejaksaan, namun hingga saat ini masih dinyatakan belum lengkap.
“Dari pertemuan tadi, untuk supervisi yaitu kasus Masjid Raya Sula, sedangkan lainnya seperti kasus genset masih perhitungan kerugian negara,” kata Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Zulkarnain Adinegara.
Menanggapi kasus itu, Basaria menjelaskan bahwa penyidiknya akan dipertemukan dulu, setelah itu barulah ditentukan apakah kasus itu akan diambil alih KPK atau tidak.
“Nanti penyidiknya diketemukan dulu, kalau memang ditarik maka akan ditarik,” kata Basaria.
Dalam UU Nomor 30 Tahun 2002, lanjutnya, tugas KPK yaitu melakukan koordinasi, supervisi disamping melakukan pencegahan, penindakan, lidik,sidik dan monitoring kasus korupsi.
“Jadi ada syarat untukk ambil alih, pertama kalau penanganannya sudah lama dan bertahun tahun, kemudian ada intervensi dari pejabat tertentu, ketidakmampuan dari penyidik karena mungkin butuh teknologi canggih, kemudian masalah dana misalnya penanganan antar pulau, saksinya ada di beberapa pulau atau provinsi,” kata Basaria.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...