Skip to main content

Toilet di Halte Ragunan, Penumpang: Nggak Apa Bayar Rp 2 Ribu yang Penting Bersih

Toilet di Halte Ragunan, Penumpang: Nggak Apa Bayar Rp 2 Ribu yang Penting Bersih

Kondisi toilet di Stasiun Commuterline mungkin bisa menjadi contoh bagaimana publik pengguna angkutan umum dimanjakan. Toilet bersih dan gratis. Mungkin pengelola angkutan umum lain, seperti TransJ bisa mencontohnya.

Memang tak semua halte ada toilet, walau mungkin selayaknya ada. Di saat mendesak, toilet adalah hal yang amat sangat penting. Tapi tentunya yang bersih dan wangi.

Nah, salah satu halte TransJ yang lumayan bersih di halte Ragunan. Ada pewangi juga dipasang di toilet jadi lumayan nyaman tak berbau. Berbeda dengan di stasiun, di halte Ragunan penumpang merogoh kocek Rp 2 ribu. Toilet ini dibangun Dishub.

"Nggak apa-apa bayar, yang penting bersih dan wangi," terang penumpang Feni (23), pekerja kantoran yang biasa memanfaatkan toilet di Ragunan, Rabu (24/8/2016).

Feni puas dengan kondisi toilet. "Bersih ini, saya kadang kalau kebelet suka pakai," imbuhnya.

Senada dengan Feni, Vicky, penumpang lainnya juga merasa nyaman dengan toilet yang bersih ini.

"Maunya sih gratis, tapi daripada jorok. Lagipula orang kebersihan di sini kerja kok, jadinya saya nggak rugi," ujarnya.

Bayar Rp 2 ribu, tapi diberi toilet bersih tak membebani penumpang. Kondisi toilet di halte ini memang lebih baik di banding di halte lainnya. Semoga saja pengelola TransJ bisa menyediakan toilet di halte lainnya. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...