Skip to main content

Perutnya Kian Membesar, Finza Dibawa ke Paranormal karena Tak Punya Biaya

Finza Eka Laura (9), warga Dusun Pondokasem, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, menderita thalasemia. Akibatnya perut anak pasangan Eko Cahyono (34) dan Sri Utami (26) lambat laun semakin membesar.

Kepada Kompas.com, Rabu (24/8/2016), Sri Utami mengatakan, perubahan ukuran perut anak perempuannya terlihat sejak Finza berumur tiga tahun. Padahal, menurutnya, sejak saat hamil ia rajin memeriksakan kandungannya ke bidan dan posyandu.
"Saat lahir beratnya 3,8 dan panjangnya 50. Normal semuanya tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan," kata Sri.
Menurut dokter anak yang memeriksa Finza, anaknya menderita thalasemia dan harus dibawa ke Surabaya. Karena terkendala biaya, akhirnya Sri dan suaminya mengobati anaknya dengan pengobatan tradisional dan dibawa ke paranormal.
Sehari-hari, keluarga orangtua Finza bekerja serabutan dan sesekali mencari ikan. Penghasilannya yang tidak seberapa hanya cukup untuk biaya makan dan kebutuhan setiap hari.
Finza adalah anak pertama, sedangkan anak keduanya berusia 20 bulan mereka titipkan ke neneknya karena ingin fokus merawat Finza.
Sejak setahun terakhir, nafsu makan Finza menurun drastis dan mengakibatkan badannya semakin kurus, sedangkan perutnya semakin membesar. Bagian tangan dan kakinya juga terlihat mengecil.
Terakhir berat tubuh Finza ditimbang pada tahun 2011 seberat 9,2 kilogram, dan sekarang hanya 14 kilogram.
"Tiap hari ya gini cuma di kasur. Nggak bisa main sama teman-temannya. Kadang ya saya gendong. Buat jalan saja susah. Kasihan," jelasnya.
Ia mengaku sempat diberi bantuan biaya oleh kepala desa untuk membuat BPJS. Namun hal itu belum dilakukan.
"Dua tahun yang lalu dari perangkat pemerintah yang ke sini tapi ya hanya sekadar disarankan tidak ada kelanjutan," jelasnya.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...