Skip to main content

Ketua DPRD DKI Mengaku Temukan Adanya Calo Kamar di RSUD Jakarta

 Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengaku menemukan adanya praktik kecurangan di RSUD milik Pemprov DKI. Petugas rumah sakit mengelabui pasien soal ketersediaan kamar inap.

Prasetio mengaku awalnya dia menerima aduan warga yang tak mendapat ruang di salah satu RSUD. Berdasarkan informasi itu, dia pun kemudian menelusuri dugaan praktik kecurangan tersebut.

"Awalnya saya menerima aduan warga. Kemudian saya coba datangi langsung salah satu RSUD Jakarta. Saya datang sebagai warga biasa, dan petugas rumah sakit tidak tahu kalau saya adalah Ketua DPRD DKI. Dan saya menemukan sendiri adanya praktik kecurangan yang dimaksud," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016).

Prasetio mengaku, masalah tersebut sudah dibahas dalam rapat Komisi E dengan Dinas Kesehatan DKI. Prasetio dijanjikan oleh Dinas Kesehatan DKI masalah tersebut akan diatasi segera.

"Kami tadi rapat dengan Komisi E dengan Dinas Kesehatan pra pembahasan rancangan anggaran perubahan. Dalam rapat tersebut, saya jelaskan bahwa di RSUD di Jakarta, yang milik Pemprov DKI, ternyata banyak sekali pasien BPJS yang sakit dibilang enggak ada kamar. Pas saya ke sana sidak, mereka enggak tahu saya Ketua DPRD, ternyata banyak kamar kosong kalau ada duitnya. Banyak calo-calo di sana. Makanya saya akan terus pantau masalah ini," jelas Prasetio.

Lalu, bagaimana modus kamar fiktir tersebut?

Prasetio menjelaskan, ada warga pemegang Kartu BPJS sakit datang ke rumah sakit. Saat tiba, pasien BPJS ini dibilang tidak ada kamar kosong. Tapi, saat pemegang Kartu BPJS ini mengeluarkan duit, maka kamar tersedia.

"Warga datang, pas ke rumah sakit dibilang enggak ada kamar. Kemudian si pemegang BPJS itu memberikan uang Rp 200 ribu, barulah dapat kamar. Harusnya diselematkan dulu si pasien, baru bicara uang," kata Prasetio.

"Saya sudah bertemu Kepala Dinas Kesehatan (Oesmedi), dia berjanji akan memperbaiki masalah ini," tambah Prasetio.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...