Skip to main content

Wajah Jalan 'Berkelas' yang Buat Bupati Dedi Raih Penghargaan dari TNI AD

Purwakarta - Waduk Jatiluhur yang berada di Kabupaten Purwakarta selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil listrik terbesar yang mengaliri Pulau Jawa dan Pulau Bali. Tapi siapa sangka di balik 'jasa' itu masyarakat di sekitar Jatilhur malah hidup terisolir karena imbas pembangunan yang dilakukan pada sekira 50 tahun lalu.

Akibatnya warga sangat minim akses infrastruktur sehingga kebanyakan dari mereka hidup 'terisolir'. Bahkan tak jarang untuk menuju pusat kota beberapa warga harus melintasi waduk dengan menggunakan perahu.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom

Pada awalnya Pemprov Jabar akan membuatkan jalan bagi masyarakat terkena imbas tersebut. Namun lantaran tak kunjung terealisasi maka sekira tahun 2014 lalu Pemkab Purwakarta mulai melakukan pembuatan jalan dengan total panjang mencapai 57 KM yang meliputi Kecamatan Maniis, Kecamatan Jatiluhur, dan Kecamatan Sukasari.

Sejak tahun 2014, Pemkab Purwakarta di bawah kepemimpinan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, terus menggelontorkan sejumlah dana yang berasal dari APBD murni. Dan rencananya pada akhir tahun ini proyek jalan yang juga menjadi jalan alternatif menuju Karawang, Cianjur, hingga dan Bogor itu.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom
"Rencananya nanti yang akan meresmikan jalan Presiden Jokowi," ucap Dedi kepada detikcom.

Pada awalnya jalan tersebut sangat tidak layak untuk dilewati. Selain kontur jalan yang jelek dengan kanan-kiri hutan, jalan tersebut pun amat jarang dilewati oleh kendaraan terlebih lebar jalan ptidak mendukung untuk transportasi.

Tapi kini setelah melakukan perbaikan dan perluasan jalan tersebut pun layak dijajarkan dengan jalan nasional dengan panjang 57 KM, lebar 12 meter, dan ketebalan mencapai 60 cm. Dengan adanya jalan tersebut maka masyarakat tidak perlu lagi menggunakan transportasi seperti perahu untuk menuju pusat kota.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Belum juga diresmikan program itu pun menuai prestasi. Pasalnya Dedi yang menggandeng TNI AD dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) mendapat penghargaan dari Mabes AD yang diserahkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono, hari ini di Jakarta. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...