Skip to main content

Ingin Curhat ke Mentan, Para Petani Lampung Antre

Ingin Curhat ke Mentan, Para Petani Lampung Antre
Lampung -Para petani di Lampung Timur tidak menyia-nyaiakan kesempatan saat bertemu Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Terlihat tujuh orang petani tanpa canggung mendekati Mentan Amran di podium, mengantre untuk curhat.

Peristiwa ini terjadi usai Amran turun ke sawah memanen padi di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Rabu (11/111/2015). Lokasi acara berada di sekitar perawahan yang hanya dipasang tenda.

Petani memanfaatkan kesempatan untuk curhat masalah tingginya harga pupuk, distribusi pupuk terlambat, hingga meminta bantuan pompa air. Amran melayani satu per satu petani yang menyampaikan curhatannya.

Setelah curhat, setiap petani mendapat 'topi persahabatan' berwarna hitam bertuliskan 'Upsus Swasembada Pajale (padi, jagung, kedelai)'.

"Pak, kami butuh bantuan pompa untuk 200 hektar satu kelompok tani. Satu kelompok 25 orang. Ada air. Kami butuh pompa air berteknologi khusus yang bisa sedot air di wilayah kami. Pupuk juga tolong jangan terlambat pak," curhat seorang petani.

Mentan pun menjawab dengan telaten. Mentan kembali memanggil manajer PT Pusri terkait keluhan distribusi pupuk.

"Pak, tolong sebutkan nomor HP-nya. Biar petani catat, langsung selesaikan masalahnya," kata Mentan ke manajer PT Pusri bernama Asmawi tersebut.

Manajer Pusri kemudian memenuhi permintaan Mentan dan menyebutkan nomor ponsel pribadinya. Kemudian antrean berlanjut ke petani berikutnya yang menyampaikan butuh bantuan alsintan (alat mesin pertanian).

"Mau minta bantuan, jadi nggak enak," kata seorang petani asal Pasir Sakti.

"Aku tahu itu artinya mau minta. Minta apa cepat," sambar Mentan yang mengenakan kemeja putih celana panjang.

"Kami ingin jadi petani mandiri. Minta combine harvester (alat panen), minta mesin tanam padi. Kami sudah dapat tapi baru satu alat untuk satu kecamatan. Di desa kami, ada 300 hektar lahan sawah kena air asin laut jadi harusnya dibangun dam (bendungan)," ujar seorang petani asal Pasir Sakti.

Salah seorang petani yang mendapat giliran terakhir sedikit berbeda. Ia tidak mengeluh curhat, tapi menyampaikan kemajuan kelompok taninya.

"Ketepatan tanam tanggal 1 saya beranikan diri, kelompok tani di tempat kami sudah meningkat menjadi BUMT (badan usaha milik petani). Pupuk subsidi tolong diubah sistemnya, kuota ditingkatkan tiap kecamatan," Subari dari kelompok tani Jaya Ramanaji.

"Ini yang saya suka, berkembang dan tidak minta," kata Mentan. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...