Skip to main content

Kronologi Aksi Coast Guard China yang Bikin Berang Menteri Susi

 Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah resmi melayangkan protes kepada pemerintah China terkait aksi coast guard mereka yang menghalangi upaya penangkapan kapal pencuri ikan. Kemlu protes berdasarkan aduan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang berang dengan upaya 'perlindungan' tersebut.

Dalam jumpa pers di rumah dinasnya, Minggu (20/3) kemarin, Susi menjelaskan detail peristiwa tersebut. Berikut kronologinya:

Sabtu (19/3) pukul 14.15 WIB

Kapal Hiu 11 milik Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan sedang patroli di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Di sana, mereka memergoki kapal China, Kway Fey 10078, di perairan Natuna, tepatnya di koordinat 05 05,866'N. 109 07,046'E pada jarak 2,7 mil halauan 67, masuk zona ekonomi ekslusif Indonesia. Menurut Susi, itu adalah teritori Indonesia. 

Kapal Hiu 11 lalu mengejar kapal China tersebut. Tembakan peringatan dilepaskan. Namun kapal Kway Fey 10078 berjalan cepat dengan manuver zigzag. 

Pukul 15.00 WIB 

Kapal berhasil dihentikan. Saat itu, posisi mereka berada di koordinat 05 07,490'N. 109 11,830'E. Tim penyidik KKP yakni, Puguh Widodo, Apyam Mey Kabarek, dan Ariyanto Lubis, turun ke kapal dan menangkap para ABK yang berjumlah 8. Mereka kemudian dibawa ke Hiu 11. Langkah selanjutnya adalah membawa kapal Kway Fey 10078 ke darat. 

Nah, di tengah upaya penyidik KKP membawa kapal pencuri ikan tersebut, datang kapal milik coast guard China. Mereka menabrak kapal Kway Fey 10078 dengan kecepatan 25 knot. Diduga, mereka sengaja menabrak kapal tersebut supaya tidak ditenggelamkan. Tak lama berselang, datang lagi kapal coast guard China dengan bobot yang lebih besar. Kapal Hiu 11 pun memilih mundur. Hingga dinihari, posisi kapal pencuri ikan berada di koordinat 04 09,942'N. 108 34,824'E.

"Kejadiannya di batas masuk tapi sudah di ZEE, mau melewati batas masuk ditabrak, supaya tidak bisa ditarik," jelas Susi.

Para ABK China kini berada di Pulau Tiga Natuna untuk proses penyidikan lebih lanjut. Seluruh awak kapal KKP selamat.

Minggu (20/3) 

Susi menggelar jumpa pers. Dia mengajukan protes lewat Kementerian Luar Negeri. Susi menilai, apa yang dilakukan coast guard China sudah melanggar kedaulatan wilayah.

"Tidak boleh seperti itu. Karena seharusnya pemerintah tidak berada di belakang IUU fishing. Kita sangat menghormati negara besar seperti Tiongkok, akan tetapi seyogyanya negara Tiongkok juga bisa menghargai bahwa Indonesia sekarang, sekarang melakukan perang terhadap IUU fishing," tutur Susi.

Senin (21/3)

Protes Menteri Susi langsung ditindaklanjuti Menlu Retno Marsudi. Siang ini, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Tiongkok Sun Wede dipanggil oleh Kemlu. Retno LP Marsudi menyampaikan, Indonesia menyampaikan protes keras dan beberapa nota pelanggaran yang dilakukan coast guard Tiongkok. Nota keras itu antara lain, coast guard Tiongkok telah melakukan pelanggaran terhadap hak berdaulat dan yuridiksi Indonesia.

"Kami menyampaikan protes keras kepada Pemerintah Tiongkok terkait coast guardnya yang telah melanggar hak berdaulat dan yuridiksi Indonesia di ZEE dan landas kontinen," kata Retno.

"Pelanggaran yang dilakukan oleh coast guard Tiongkok terhadap penegakan hukum di Indonesia serta pelanggaran juga dilakukan oleh coast guard Tiongkok terhadap kedaulatan laut Indonesia," lanjutnya. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...