Kejadian sampah menutup Sungai Cikapundung yang melintasi Kabupaten Bandung terus berulang. Warga sudah bosan. Seminggu terakhir limbah menggunduk makin parah sehingga arus sungai sempat tersendat lantaran tersumbat genangan aneka sampah. Dua pilihan menjadi harga mati dari warga agar horor sampah tak kembali terjadi.
"Solusinya ada dua. Pertama, Jembatan Cijagra yang bawahnya Sungai Cikapundung ini dirombak jadi tinggi. Kedua, tiang kabel telepon dipotong jika memang sudah tak berfungsi atau ya tinggikan tiangnya agar sampah-sampah tak menyangkut," ujar Dabas (56), warga setempat, saat berbincang bersama detikcom di sela-sela menyingkirkan gundukan sampah di Sungai Cikapundung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (21/3/2016).
Menurut Dabas, sampah sering menumpuk dan menyumbat di Cikapundung setiap beres banjir. Namun, lautan sampah yang berlangsung sejak seminggu terakhir ini paling parah dibandingkan pemandangan serupa sebelumnya.
Dia mengaku sudah mengusulkan solusi tersebut kepada Pemkab Bandung sejak 2015. "Tetapi enggak ada kelanjutannya. Kalau tidak segera dilakukan, sampah tetap menumpuk dan menutup Cikapundung. Selain itu, arus air sungai tersumbat karena terhalang aneka sampah," ujar Dabas.
Senada diungkapkan Tatan Suherlan, Ketua RW 10, Kampung Cijagra, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. "Kami meminta kepada pemerintah melepas jembatan kebel telepon ini kalau tak berfungsi atau meninggikan jika memang masih aktif. Sebab sampah menjadi tersumbat karena ukuran jembatan kabel telepon ini rendah atau sekitar 2,5 meter dari dasar sungai," tutur Tatan.
Dia menyebut gelombang ragam jenis limbah tersebut datang dari kawasan hulu sungai. "Sampah-sampah sebanyak ini merupakan kiriman dari Kota Bandung. Sebagai warga Kabupaten Bandung, kami meminta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berkontribusi menyelesaikan sampah kiriman ini," ucap Tatan.
Dia menegaskan, aneka sampah yang masih menutup arus sungai ini tentunya mencemari lingkungan sekitar. Selain itu, Tatan melanjutkan, hadirnya genangan sampah berisiko mengancam kesehatan warga setempat. "Situasinya jadi horor. Sampah kan sumber penyakit. Wajar saja warga waswas," ujar Tatan.
"Solusinya ada dua. Pertama, Jembatan Cijagra yang bawahnya Sungai Cikapundung ini dirombak jadi tinggi. Kedua, tiang kabel telepon dipotong jika memang sudah tak berfungsi atau ya tinggikan tiangnya agar sampah-sampah tak menyangkut," ujar Dabas (56), warga setempat, saat berbincang bersama detikcom di sela-sela menyingkirkan gundukan sampah di Sungai Cikapundung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (21/3/2016).
Menurut Dabas, sampah sering menumpuk dan menyumbat di Cikapundung setiap beres banjir. Namun, lautan sampah yang berlangsung sejak seminggu terakhir ini paling parah dibandingkan pemandangan serupa sebelumnya.
Dia mengaku sudah mengusulkan solusi tersebut kepada Pemkab Bandung sejak 2015. "Tetapi enggak ada kelanjutannya. Kalau tidak segera dilakukan, sampah tetap menumpuk dan menutup Cikapundung. Selain itu, arus air sungai tersumbat karena terhalang aneka sampah," ujar Dabas.
Senada diungkapkan Tatan Suherlan, Ketua RW 10, Kampung Cijagra, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. "Kami meminta kepada pemerintah melepas jembatan kebel telepon ini kalau tak berfungsi atau meninggikan jika memang masih aktif. Sebab sampah menjadi tersumbat karena ukuran jembatan kabel telepon ini rendah atau sekitar 2,5 meter dari dasar sungai," tutur Tatan.
Dia menyebut gelombang ragam jenis limbah tersebut datang dari kawasan hulu sungai. "Sampah-sampah sebanyak ini merupakan kiriman dari Kota Bandung. Sebagai warga Kabupaten Bandung, kami meminta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berkontribusi menyelesaikan sampah kiriman ini," ucap Tatan.
Dia menegaskan, aneka sampah yang masih menutup arus sungai ini tentunya mencemari lingkungan sekitar. Selain itu, Tatan melanjutkan, hadirnya genangan sampah berisiko mengancam kesehatan warga setempat. "Situasinya jadi horor. Sampah kan sumber penyakit. Wajar saja warga waswas," ujar Tatan.
Comments