Skip to main content

Sampah di Cikapundung Dihanyutkan, Warga: Kalau Diangkat, Siapa yang Mau Angkut?

 Warga mengaku kebingungan jika harus mengangkat seluruh tumpukan sampah dari Sungai Cikapundung yang melintasi Kabupaten Bandung. Upaya terakhir pun dilakukan warga dengan cara menghanyutkan gundukan aneka sampah itu terbawa arus sungai.

Sampah di Cikapundung Dihanyutkan, Warga: Kalau Diangkat, Siapa yang Mau Angkut?"Kalau berkubik-kubik sampah ini kami angkat, lalu disimpan di area bantaran sungai, siapa yang mau angkat sampahnya nanti? Ya terus terang kami tidak sanggup, jadi terpaksa membiarkan sampah itu hanyut," kata Dabas (56), warga setempat.

Menurut Dabas, percuma jika warga inisiatif mengangkat sampah dari sungai itu tetapi kemudian hari Pemkab Bandung tidak bertanggung jawab. Justru, sambung dia, sampah yang diangkat dan disimpan di atas sungai nantinya memicu problematik anyar.

"Sekarang saja sudah bau. Bayangkan kalau kami angkat dan simpan sampahnya, malah menjadi masalah baru lagi nanti. Belum lagi mengganggu lingkungan dan mengancam kesehatan warga," tutur Dabas.

Foto: Baban Gandapurnama/detikcom
Warga terlibat pembersihan sampah yang menutup sepenggal Cikapundung di bawah Jembatan Cijagra hanya mengangkat sampah-sampah memiliki nilai jual. Sisa-sisa potongan kayu atau balok serta bekas gelas plastik dipilah warga untuk dijual ke bandar rongsok dan digunakan keperluan pribadi.

"Lihat saja sekarang, warga bergotong royong menyingkirkan sampah agar arus sungai tak tersumbat. Selama sampah ini menumpuk di sungai, pihak pemerintah tidak memberikan solusi," ujar Dabas.

Dia juga memastikan sampah terbawa hanyut ini tidak bakal menyumbat aliran sungai di kawasan lain sepanjang Kabupaten Bandung. "Cuma di Cikapundung ini saja sampah-sampah menumpuk karena tersangkut," kata Dabas. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...