Bacagub DKI dari PKS M Idrus mulai menebar janji-janji 'kampanye'. Idrus menjanjikan program dana untuk Rukun Warga (RW) di DKI Jakarta sebesar Rp 1 miliar per tahun.
"Jakarta adalah kota penuh kompleksitas, membangun Jakarta bukan hanya fisik saja. Ketika suatu kota melakukan penataan/revitalisasi dengan melakukan penggusuran secara masif dan terstruktur korban terbesar adalah saudara kita yang kehidupannya selama ini sudah terhimpit makin terjepit," kata Idrus dalam siaran pers, Senin (21/3/2016).
Idrus ingin memaksimalkan fungsi kantor RW. Dia berjanji memaksimalkan fungsi PNS DKI untuk menjemput bola ke kantor-kantor RW.
"Pelayanan jemput bola hari ini harus juga ditopang dengan hadirnya birokrasi (PNS) untuk turut langsung menyalani warga di Kantor RW secara prima," katanya.
Idrus mmengaitkan soal dana RW ini dengan kesenjangan antara kaum kaya dan kaum miskin yang makin melebar di Jakarta. Menurut dia, program ini akan membangun wilayah-wilayah Jakarta yang selama ini kurang mendapat perhatian.
"Sudah seharusnya Pemerintah DKI Jakarta lebih memfokuskan pembangunan Kota Jakarta bukan hanya di daerah sekitaran Thamrin-Sudirman tapi lebih dalam lagi sampai ke level paling bawah, yaitu Rukun Warga (RW)," katanya.
"Program Jakarta Keren ke depan akan memberikan Rp 1 miliar per tahun untuk 1 RW di mana gunanya untuk menggerakkan dan mengakselarasi ekonomi masyarakat agar mandiri mengelola keuangannya serta mengajak untuk mendirikan 1 Rukun Warga (RW) 1 Koperasi," sambungnya.
Untuk 'menjual' program itu Idrus terus melakukan blusukan ke warga DKI. "Semoga Program ini ke depan bisa kita wujudkan bersama serta diakselerasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkecil kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Terpenting dari itu semua menjadi solusi integral Kota Jakarta dalam menjawab banyaknya problem yang dihadapi Kota Jakarta," pungkasnya.
"Jakarta adalah kota penuh kompleksitas, membangun Jakarta bukan hanya fisik saja. Ketika suatu kota melakukan penataan/revitalisasi dengan melakukan penggusuran secara masif dan terstruktur korban terbesar adalah saudara kita yang kehidupannya selama ini sudah terhimpit makin terjepit," kata Idrus dalam siaran pers, Senin (21/3/2016).
Idrus ingin memaksimalkan fungsi kantor RW. Dia berjanji memaksimalkan fungsi PNS DKI untuk menjemput bola ke kantor-kantor RW.
"Pelayanan jemput bola hari ini harus juga ditopang dengan hadirnya birokrasi (PNS) untuk turut langsung menyalani warga di Kantor RW secara prima," katanya.
Idrus mmengaitkan soal dana RW ini dengan kesenjangan antara kaum kaya dan kaum miskin yang makin melebar di Jakarta. Menurut dia, program ini akan membangun wilayah-wilayah Jakarta yang selama ini kurang mendapat perhatian.
"Sudah seharusnya Pemerintah DKI Jakarta lebih memfokuskan pembangunan Kota Jakarta bukan hanya di daerah sekitaran Thamrin-Sudirman tapi lebih dalam lagi sampai ke level paling bawah, yaitu Rukun Warga (RW)," katanya.
"Program Jakarta Keren ke depan akan memberikan Rp 1 miliar per tahun untuk 1 RW di mana gunanya untuk menggerakkan dan mengakselarasi ekonomi masyarakat agar mandiri mengelola keuangannya serta mengajak untuk mendirikan 1 Rukun Warga (RW) 1 Koperasi," sambungnya.
Untuk 'menjual' program itu Idrus terus melakukan blusukan ke warga DKI. "Semoga Program ini ke depan bisa kita wujudkan bersama serta diakselerasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkecil kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Terpenting dari itu semua menjadi solusi integral Kota Jakarta dalam menjawab banyaknya problem yang dihadapi Kota Jakarta," pungkasnya.
Comments