Yusril Ihza Mahendra, salah satu bakal calon gubernur DKI Jakarta, bertemu dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Selasa (22/3/2016). Salah satu topik pembicaraan mereka adalah soal rencana pembentukan koalisi untuk head to head melawan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
"Yang penting sekarang ini kami satukan pandangan dalam hadapi pemilihan gubenur DKI Jakarta 2017 yang akan datang," kata Yusril di kantor Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS di Jakarta Selatan. (Baca: Soal Koalisi Lima Parpol Lawan Ahok, PKS Sebut Masih Komunikasi Awal.)
Dari pembicaraan dengan Sohibul, lanjut Yusril, baik secara implisit atau eksplisit, partai akan memilih satu pasangan calon paling kuat untuk menantang petahana.
"Nanti akan disepakati calon bersama. Sehingga rakyat lebih mudah nantinya," kata Yusril.
Sementara menurut Sohibul, PKS saat ini masih melakukan penjaringan. Dengan modal 11 kursi di DPRD DKI, partainya akan memilih calon terkuat. (Baca: PKS Optimistis Hadapi Pilgub DKI.)
"Kami berharap calon-calon yang muncul menjadi penyeimbangincumbent," kata Sohibul.
"Yang penting sekarang ini kami satukan pandangan dalam hadapi pemilihan gubenur DKI Jakarta 2017 yang akan datang," kata Yusril di kantor Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS di Jakarta Selatan. (Baca: Soal Koalisi Lima Parpol Lawan Ahok, PKS Sebut Masih Komunikasi Awal.)
Dari pembicaraan dengan Sohibul, lanjut Yusril, baik secara implisit atau eksplisit, partai akan memilih satu pasangan calon paling kuat untuk menantang petahana.
"Nanti akan disepakati calon bersama. Sehingga rakyat lebih mudah nantinya," kata Yusril.
Sementara menurut Sohibul, PKS saat ini masih melakukan penjaringan. Dengan modal 11 kursi di DPRD DKI, partainya akan memilih calon terkuat. (Baca: PKS Optimistis Hadapi Pilgub DKI.)
"Kami berharap calon-calon yang muncul menjadi penyeimbangincumbent," kata Sohibul.
Comments