Skip to main content

Lulung Buka Peluang Duet dengan Yusril di Pilgub DKI 2017

Yusril Ihza Mahendra hari ini bertandang ke kantor pemenangan bacagub DKI Abraham 'Lulung' Lunggana. Usai pertemuan, Lulung membuka peluang berduet dengan Yusril. 

"Jadi ini adalah kunjungan balasan dari abang saya, Profesor Yusril Ihza Mahendra, karena sebelumnya memang saya sempat ke sana (kantor Yusril) tapi diam-diam waktu itu," kata Lulung usai pertemuan di kantor relawan "Suka Haji Lulung" di Gedung Buana Lautan Mas, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2016).

Usai pertemuan, Lulung menyebut dirinya bisa saja ada peluang untuk maju dalam pilgub DKI berpasangan dengan Yusril. Namun dia mengembalikan keputusan itu kepada kebijakan partai. 

"Ya mungkin-mungkin saja (berpasangan), siapapun kan mungkin-mungkin saja. Nanti berpasangan sesuai dengan kesepakatan partai-partai semua," urai Lulung. 

"Saya siap jadi apa saja," tambah Lulung. 

Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam ini, kata Lulung, merupakan silaturahmi biasa. Dalam pertemuan ini mereka membahas mengenai Jakarta saat ini dan ke depannya. 

"Ya membicarakan Jakarta, merencanakan percepatan pembangunan. Seperti kemarin-kemarin saja," urai Lulung. 

"Setelah ini kan Yusril juga akan ketemu Djan Farid, tokoh lain juga, nanti jam tiga ketemu Abu Rizal Bakrie, ya jadi ini masih cair. Begitu juga saya," papar dia.

Yusril Ihza Mahendra tiba di kantor Lulung pukul 11.35 WIB tadi. Setibanya di kantor, Lulung menyambut Yusril dengan senyum ramah dan melanjutkan pertemuan tertutup selama 1,5 jam. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...