Skip to main content

Kata SBY, APBN Jangan Hanya Dihabiskan untuk Infrastruktur

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 seharusnya tidak hanya dihabiskan untuk pembangunan infrastruktur. Menurut dia, APBN juga harus digunakan untuk program-program yang pro rakyat. 

"Infrastruktur sangat penting, tapi jangan semuanya dari APBN. Ajak swasta, ajak BUMN," kata SBY, saat memberikan pengarahan dalam rapat pleno pengurus pusat Partai Demokrat, di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (28/7/2015) malam. 

Hadir dalam acara tersebut ratusan kader dari jajaran pengurus pusat, majelis tinggi, dewan pembina, dewan kehormatan, komisi pengawas, dan fraksi DPR RI Partai Demokrat. 

Ia menilai, karena pemerintah terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur, banyak program-program pro rakyat yang dirintisnya saat menjadi Presiden, mulai ditinggalkan. Dia menyebut program seperti beasiswa, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"Padahal rakyat suka program-program itu. Kalau semuanya untuk infrastruktur, untuk rakyat kecil sekali," tambahnya. 

Dia pun berpesan kepada Anggota Fraksi Demokrat yang hadir dalam acara tersebut untuk berjuang dalam pembahasan APBN 2016 bersama pemerintah. Dia ingin agar program-programnya yang dulu kembali diusulkan. 

"Kalau APBN tidak tepat, tidak realistis, berani katakan tidak setuju. Rakyat nanti akan melihat. Tapi kalau sudah tepat kita dukung," pesan SBY.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tak membiarkan pelemahan ekonomi yang terjadi sekarang ini berlangsung secara berlarut-larut. Jika kondisi ekonomi yang tak menentu ini berlangsung dalam waktu lama, ia khawatir rakyat tidak akan tinggal diam.

"Kalau rakyat merasa terimpit kehidupannya, mudah-mudahan bisa kita cegah, untuk tidak sampai ke situ. Maka, rakyat akan merasa ditinggalkan, rakyat menjadi korban, rakyat akan marah, dan melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik," kata SBY saat memberikan pengarahan dalam rapat pleno pengurus pusat Partai Demokrat di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (28/7/2015) malam. 

Hadir dalam acara tersebut ratusan kader dari jajaran pengurus pusat, majelis tinggi, dewan pembina, dewan kehormatan, komisi pengawas, dan Fraksi Partai Demokrat di DPR RI.
Presiden keenam RI ini mengatakan, dengan kondisi ekonomi saat ini, psikologis masyarakat sudah mulai terganggu. SBY mengaku baru saja bepergian ke Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur dan mendengarkan keluhan rakyat.

"Saya bercakap-cakap dengan mereka, sudah terasa secara psikologis rakyat kita itu sudah mulai cemas," ucap dia. 
Menurut SBY, masyarakat sudah mulai takut negara mengalami krisis seperti yang terjadi pada 1998 lalu. Hal ini pun membuat masalah ekonomi yang dihadapi menjadi masalah sosial. 

"Sebagian bahkan kurang percaya bisa kita atasi ekonomi ini dan psikologis sosial seperti itu. Maka, situasi sosial juga terbentuk, dari ekonomi menuju sosial," kata dia. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...