Skip to main content

Ahok: Kalau Partai Bisa Yakinkan Teman Ahok, Kami Bisa Ikut Parpol

Ahok: Kalau Partai Bisa Yakinkan Teman Ahok, Kami Bisa Ikut ParpolFoto: Ahok-Heru lengkap datang di acara Teman Ahok, padahal Heru masih PNS (Screenshot Twitter Teman Ahok)
Jakarta - Meski berhasil mengumpulkan satu juta KTP dukungan bagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk Pilgub DKI, Teman Ahok mengatakan tak ingin menyandera pencalonan Ahok jika ingin maju lewat parpol. Apa respons Ahok?

"Saya enggak tahu, kita mah siap saja selama partai bisa yakinkan Teman Ahok bahwa pasti calonkan saya, kita bisa ikut parpol," ucap Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Ahok menegaskan bahwa sejak awal Teman Ahok tak masalah jika dirinya dicalonkan lewat jalur parpol. Teman Ahok dibuat karena ada kekhawatiran tak ada parpol yang ingin mengusung Ahok di Pilgub DKI.

"Waktu dengan PDIP Teman Ahok juga setuju kok pakai PDIP, dia setuju. Cuma dia bilang kalau ternyata di tengah jalan partai itu tidak mencalonkan, mereka enggak keburu lagi menyiapkan pencalonan saya," papar Ahok.

"Kebanyakan orang yang ngumpulin KTP ini bukan orang yang memaksa saya untuk melawan parpol loh, bukan loh. Mereka tahu saya kan juga orang parpol. Saya juga nggak pernah menyangkal kok," imbuhnya.

Meski begitu, Ahok menyampaikan bahwa Teman Ahok ingin dukungan parpol baginya itu konkret. Sehingga jika benar diusung parpol maka ada kepastian dukungan dan Teman Ahok tak perlu kerja ekstra lagi.

Lalu apakah ada batas waktu untuk parpol memastikan dukungannya lewat jalur parpol?

"Ada, mesti ada batas waktu. Ya minimal habis lebaran lah kali. Ha ha ha..." jawab Ahok berkelakar. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...