Skip to main content

Disebut Bawa Aset Negara, Roy Suryo: Gusti Allah Tidak Sare

Politikus Partai Demokrat Roy Suryo disebut membawa sejumlah benda yang menjadi aset negara saat dia menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Hingga saat ini setelah hampir dua tahun tak menjabat, Roy disebut belum mengembalikan aset negara tersebut.

Dituding membawa benda yang menjadi aset negara, Roy Suryo hanya terbahak. "Saya tersenyum saja, dan mendoakan agar di bulan Ramadan ini teman-teman di Kemenpora mendapat hidayah," kata Roy saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (17/6/2016). 

Menurut Roy, tudingan dia membawa aset negara sangat tidak logis. Apalagi tudingan itu disebut muncul setelah ada Laporan Hasil Pemeriksaan Tahun 2015 BPK atas Kemenpora yang terbit pada 2016.

"Tetapi intinya saya senyum saja, sangat tidak logis kalau hal-hal yang terjadi 1,5 tahun lalu saat saya masih menjabat baru di Audit tahun 2016 ini, seharusnya kalaupun muncul di audit tahun 2015 yang saat itu mendapat wajar dengan pengecualian (WDP) bukan Disclaimer seperti sekarang.
Gusti Allah tidak sare (tidur)," kata Roy.

Roy pun berdoa agar Kemenpora bisa mengklarifikasi LHP BPK 2015 yang mendapat predikat disclaimer. 

Sebelumnya Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewobroto menyebut bahwa pihaknya sudah melayangkan surat ke Roy Suryo untuk segera mengembalikan sejumlah barang aset negara. 

Sebelumnya kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewobroto mengatakan sebenarnya sejak Desember 2014, Roy sudah dikirimi surat untuk mengembalikan sejumlah aset negara yang pernah dia gunakan baik di rumah dinas maupun di kantor. 

Setelah menerima surat dari Inpektorat tersebut, Roy Suryo mengembalikan sejumlah aset negara yang pernah dia gunakan. 
Seperti televisi, kamera dan lensa kamera. Namun setelah itu tak ada lagi barang yang dikembalikan oleh Roy. Namun pada Mei 2016 kemarin BPK mengirimkan surat ke Kemenpora tentang sejumlah aset negara yang belum dilaporkan. 

Di situ disebutkan bahwa sebagian aset negara itu dibawa oleh mantan Menpora Roy Suryo. 
(erd/van)

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...