Skip to main content

Head to head Ahok vs 10 Penantang

 Lembaga survei Manilka Research and Consulting melakukan survei menjelang Pilgub DKI. Mereka mensurvei head to head antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan 10 orang tokoh yang disebut bakal maju Pilgub DKI. Seperti apa hasilnya?

Manilka Research and Consulting menyelenggarakan survei preferensi politik masyarakat DKI Jakarta menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Dari hasil survei elektabilitas top of mind, posisi pertama ditempati Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan 49,3%, Ridwan Kamil (9,3%), dan Yusril Ihza Mahendra (6,8%). Di urutan keempat ada nama baru yang masuk yakni Yusuf Mansur dengan 6,5%, sedikit di atas Tri Rismaharini dengan raihan 6%. Demikian dokumen hasil survei tersebut yang diperoleh detikcom dari Managing Director Manilka Herzaky Mahendra, Senin (20/6/2016).

Pengumpulan data dilakukan pada 2-7 Juni 2016 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 400 responden yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dan satu kepulauan (Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu). Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error (4,9%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Manilka juga melakukan survei membandingkan (head to head) kekuatan antara Ahok dengan 10 orang penantang. Hasilnya, sejumlah nama seperti Tri Rismaharini, Yusuf Mansur, dan Yusril Ihza Mahendra menuai dukungan cukup besar, berikut selengkapnya:

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 58,3% vs Sjafrie Sjamsoeddin 14,0%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 58,8% vs Djarot Saiful Hidayat 12,5%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 49,5% vs Tri Rismaharini 34,3%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 51,8% vs Yusuf Mansur 32,0%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 56,5% vs Yusril Ihza Mahendra 25,3%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 58,3% vs Sandiaga Uno 17,0%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 58,5% vs Adhyaksa Dault 16%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 59,0% vs Yoyok Rio Sudibjo 7,0%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 56,8% vs Ganjar Pranowo 11,8%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 59,5% vs Moeldoko 11,8% 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...