Skip to main content

Cerita Desy Saat Anjing Peliharaannya Ditangkap Orang dan Dimasak di Restoran

Foto: Yudhistira AS
Lombok - Setelah menjadi perbincangan di media sosial, Facebook, nama Desy Marlina Amin kian terkenal. Desy diperbincangkan karena dirinya yang mengenakan jilbab memberi makan anjing-anjing liar.

Desy yang merupakan mantan sales di salah satu perusahaan swasta ini memang sangat menyukai binatang. Binatang yang ia sukai pun tak hanya kucing tetapi juga anjing yang notabene bagi umat Islam bila terkena air liurnya itu najis.

Saat ditemui detikcom, Minggu (19/6/2016) di Taman Sangkareang, Jalan Pejanggik, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Desy bercerita bahwa dirinya pernah membawa golok ke salah satu rumah makan. Rumah makan tersebut menjual menu daging anjing.

"Jadi waktu SMA apa kuliah gitu, saya punya anjing. Anjing liar juga. Kemudian saya kasih kalung sebagai tanda. Kemudian, anjing itu kan berkeliaran di sekitar kosan saya. Memang di dekat kosan ada RW (rumah makan yang jual menu daging anjing). Nah suatu hari, seharian saya gak lihat anjing saya. Sampai malam gitu," ujar Desy.

"Akhirnya besoknya saya cari dia di RW. Takutnya dia ada di sana. Setelah ditanya tidak ada. Pas lewat rumah pemiliknya, saya nemuin itu tanda pengenal anjing saya. Gak sabar saya, terus saya bawa aja golok ke warung itu. Kan kesel ya, masa anjing kita dimakan," lanjutnya.

Saat ini di rumah, Desy mempunyai 26 ekor anjing liar dan 40 kucing. Meski mempunyai banyak hewan piaraan, namun Desy tetap membagi-bagikan makanan ke daerah-daerah yang banyak anjing atau kucing liarnya. Di Lombok memang kerap terlihat anjing-anjing liar berkeliaran. Anjing-anjing ini ada yang ditampung Desy dan ada juga yang dia beri makan saja.

"Dua kali seminggu saya selalu membagi-bagikan makanan. Daerah Selong Belanak itu yang kering saya sering bagikan ke sana. Pernah ke Kuta namun sekarang di sana kan banyak bulenya. Jadi hewan-hewan di sana banyak yang kasih makan," ucap wanita yang sudah membagikan makanan ke hewan liar sejak tahun 1999 ini.

Desy juga menjelaskan, karena sudah banyak sekali merawat anjing serta kucing liar, di pekarangan belakang rumahnya kini banyak kuburan anjing dan kucing. Desy pun menguburkannya selayaknya manusia.

"Saya sedia kafan juga untuk mereka. Jadi kalau mereka mati saya kafani baru saya kubur," ungkap Desy.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...